Tetap Tinggal dalam Kristus

Ayat bacaan: Yohanes 15:1-8
“Tinggalah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur. demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4)
Jika kita menanam sebuah tumbuhan dan merawatnya dengan penuh perhatian dan tumbuhan itu bertumbuh lalu menghasilkan buah, bagaimana perasaan kita? Saya yakin kita akan senang karena dapat menikmati hasilnya. Jika buah yang kita hasilkan dari proses menanam saja kita bergembira atasnya, bagaimana jika kita dapat menghasilkan buah rohani?
Dalam pembacaan kita, ada 3 tokoh yang punya peran berbeda untuk mencapai satu tujuan yaitu menghasilkan buah. Bapa sebagai pemilik kebun anggur. Ia memastikan perawatan terbaik diberikan agar anggur bertumbuh dan berbuah. Kristus sebagai pokok anggur yang benar, Ia menjadi Sumber pemberi kehidupan agar ranting-ranting terpelihara baik dan menghasilkan buah. Kemudian kita yang percaya kepada Kristus adalah ranting-ranting yang harus mengeluarkan buah dalam pertumbuhannya.
Allah menghendaki kita yang adalah ranting-ranting dapat berbuah, namun bagaimana kita dapat berbuah? Alkitab memberikan petunjuk jelas tentang hal ini, jika kita ingin berbuah syaratnya adalah tinggal di dalam Kristus selaku pokok anggur yang benar. Dengan tinggal didalam Kristus, kita mendapatkan sumber kehidupan yang diperlukan untuk berbuah.
Kata “tinggal” di dalam bahasa Yunani disebut Meno artinya tetap tinggal. Kita diperintahkan untuk tidak berpindah atau terpisah dengan Sang pokok anggur yaitu Kristus. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah tanpa melekat pada pokok anggur. Maka kita juga harus setia atau tetap tinggal di dalam Kristus. Hal ini berarti kita harus dengan taat setia selalu melakukan Firman Nya. Dengan tetap tinggal di dalam Kristus, berarti kita bersedia juga untuk diproses, dan dibersihkan secara terus menerus, kita bersedia memberi setiap ranting yang baik untuk dibersihkan dan ranting-ranting kering kita dalam hal ini kekerasan hati, ego, pikiran kotor yang tersembunyi ataupun perbuatan kita yang jahat kepada Tuhan untuk dipatahkan dan menyerahkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus dari hari ke hari sehingga hidup kita menghasilkan buah yang baik serta buahnya tetap.
Pertanyaannya adalah maukah kita tinggal tetap di dalam Dia? maukah kita rela dibersihkan dari hari kehari agar terus berbuah?
Inspirasi: Saat kita setia untuk tetap “tinggal” di dalam Firman Nya berarti kita sedang bergantung sepenuhnya pada Sang Pokok Anggur (Kristus). Dengan bergantung berarti kita sedang menikmati nutrisi kelimpahan yang disediakan Tuhan untuk bertumbuh dan berbuah.
Penulis: Juniwati Nubatonis
Recommended Posts

Berlomba dengan Tekun
November 03, 2026

Panggilan Kudus untuk Jiwa yang Diutus
November 01, 2026

BAGI DIALAH KEMULIAAN
Oktober 31, 2026

