BAGI DIALAH KEMULIAAN

Ayat bacaan: Efesus 3:20–21
“Bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.ˮ (Efesus 3: 21)
Cermin terkena sinar matahari, dapat memantulkan cahaya indah. Cahaya itu bukan dari cermin tersebut, tetapi pantulan cahaya matahari. Demikian pula semua talenta, kemampuan, kesempatan, pengalaman, dan keberhasilan itu berasal dari Allah. Kita adalah cermin yang memantulkan cahaya Kristus.ˮ
Efesus 3:20–21 merupakan penutup doa Paulus, dimulai ayat 14. Paulus berdoa agar jemaat dikuatkan Roh Allah. Kristus diam di dalam hati melalui iman, berakar dan berdasar dalam kasih, memahami betapa luas, panjang, tinggi dan dalamnya kasih Kristus, dan mengenal kasih Kristus yang melampaui pengetahuan. Doa – Iman – Pengenalan akan Kristus – Pujian – Kemuliaan Allah. Paulus memahami, bahwa pada akhirnya semua kemuliaan hanya bagi Allah.
Allah jauh melampaui kemampuan kita. Ia sangat kuat, jauh lebih besar daripada apapun, melebihi apa yang kita doakan dan pikirkan. Bukan berarti semua keinginan kita pasti dikabulkan. Namun menuntun pikiran kita untuk memahami pekerjaan-Nya, tidak sombong ketika berhasil dan hancur ketika gagal (ay 20).
Bagi Dialah Kemuliaan. (a). “Di dalam jemaatˮ tempat untuk memantulkan kemuliaan Allah. (b). “Di dalam Kristus Yesusˮ Kemuliaan Allah tidak terpisahkan dari Kristus. Semua pelayanan berpusat kepada Kristus, diwariskan pada generasi selanjutnya (ay 21).
Semua keberhasilan itu karena Allah. Kalau kemuliaan Allah menjadi tujuan utama, maka kita akan bersukacita menikmati setiap prosesnya meskipun kadang mengalami kegagalan. Ukuran berhasil atau gagal ada dalam otoritas-Nya. Talenta, kemampuan dan keberhasilan tidak boleh membuat kita sombong dan merendahkan orang lain. Kemuliaan hanya bagi Allah. Kita hanyalah pengelola semua berkat Tuhan. Ia menghendaki hidup kita menjadi berkat bagi kebesaran-Nya. Berapa banyak orang datang pada Tuhan, melalui kehidupan dan kesaksian kita?
Inspirasi: Segala pencapaian dan kesuksesan hanya bagi kemuliaan nama-Nya. Allah berdaulat penuh dalam setiap proses hidup kita.
Penulis: Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

BERSUKACITALAH DALAM PENUAIAN
Oktober 30, 2026

KESETIAAN SAMPAI AKHIR
Oktober 29, 2026

DIPILIH UNTUK MENJADI BERKAT BAGI BANGSA
Oktober 28, 2026

