MENJADI PENJALA MANUSIA

MENJADI PENJALA MANUSIA

Firman Tuhan: Lukas 5:1–11

“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” — Lukas 5:10

Bacaan kita hari ini menceritakan perjumpaan Yesus dengan Simon Petrus dan kawan-kawannya. Mereka telah bekerja keras sepanjang malam, tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Di tengah kegagalan itu, Yesus datang dan meminta mereka bertolak ke tempat yang lebih dalam. Ketika mereka taat, mereka mengalami mujizat.

Namun, mujizat ikan bukanlah akhir dari cerita. Yesus kemudian memberikan panggilan yang jauh lebih besar kepada Petrus: menjadi penjala manusia. Yesus tidak memanggil Petrus dan teman2-nya hanya untuk mendapatkan banyak ikan. Ia mengubah arah hidupnya. Dari seorang yang mencari ikan menjadi seorang yang akan membawa manusia kepada Tuhan. Menjadi penjala manusia berarti menggunakan kehidupan kita untuk memperkenalkan kasih Kristus kepada orang lain melalui perkataan, sikap, pelayanan, dan kesaksian hidup.

Ketika Petrus menyadari siapa Yesus, ia berkata, “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Petrus menyadari kelemahannya. Tetapi Yesus tidak menolaknya. Yesus berkata, “Jangan takut.” Ini penting: Tuhan mengetahui kelemahan dan kekurangan kita, tetapi Ia tetap dapat memakai kita. Panggilan Tuhan bukan diberikan kepada orang yang sempurna, melainkan kepada orang yang bersedia menyerahkan hidupnya kepada-Nya.

Seorang nelayan tidak hanya pergi ke laut untuk menikmati pemandangan. Ia pergi dengan tujuan menangkap ikan. Demikian juga orang percaya. Kita memang hidup di tengah dunia, bekerja, belajar, berkeluarga, dan menjalani kehidupan sehari -hari. Tetapi kita memiliki tujuan yang lebih besar: menjadi saksi Kristus dan membawa orang mengenal kasih Tuhan. Di tempat kita berada—di keluarga, tempat kerja, sekolah, lingkungan, dan masyarakat—Tuhan menempatkan kita sebagai “penjala manusia.”

Inspirasi: Hari ini Tuhan juga berkata kepada kita: “Mari menjadi penjala manusia” – bukan dengan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan kasih, teladan, ketaatan, dan kuasa Roh Kudus. Biarlah melalui kehidupan kita, semakin banyak orang mengenal dan datang kepada Kristus.

(LPMI/Wilfred Soplantila)

share

Recommended Posts