“TIDAK PERNAH BERUBAH”

Firman Tuhan: Mazmur 52:1-9
“Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 52:8)
Petani di daerah kering menanam pohon zaitun. Musim berganti panas, angin kencang dan kering. Namun pohon itu tetap hidup, karena akarnya masuk jauh ke dalam tanah dan menemukan sumber air yang tidak terlihat. Bila akar iman tertanam kuat dalam kasih setia Tuhan, maka tetap bertumbuh dan berbuah.
Mazmur 52 ditulis Daud ketika menghadapi pengkhianatan orang Edom (Doeg, lihat 1 Samuel 22). Saat ia melarikan diri dari Raja Saul, ia mendapat bantuan dari imam Ahimelekh. Namun Doeg melaporkan hal itu kepada Saul sehingga Saul memerintahkan pembantaian para imam di Nob. Sangat kontras antara orang fasik yang mengandalkan kekuasaan, tipu daya, dan kekayaan dan orang benar yang mengandalkan kasih setia Tuhan. Kejahatan tampaknya menang untuk sementara, tapi Daud yakin bahwa kasih setia-Nya kekal. Mari belajar dari perikop ini:
Ayat 1-4, Daud mengecam lidah yang jahat. Doeg memakai lidah untuk menghancurkan. Dosa tidak hanya kekerasan fisik, tapi bisa berupa fitnah, hoaks, manipulasi informasi, dan kebohongan yang merusak.
Ayat 5-7, Daud menyatakan bahwa Allah akan menghakimi orang fasik. Orang fasik mengandalkan kekayaan, kekuasaan, tipu daya, yang pada akhirnya akan ditumbangkan Allah.
Ayat 8, Daud berkata, “Aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah.” Bahasa Ibrani Ra’anan : segar, hijau, subur, Batachti : aku percaya, Chesed : kasih setia, lovingkindness, covenant love, Olam va’ed : selama-lamanya. Kata chesed menunjuk pada kasih Allah dalam perjanjian-Nya, kasih yang tidak berubah meskipun manusia sering berubah. Terj NIV Unfailing love – kasih tidak pernah gagal. Seperti pohon zaitun yang berakar kuat. Pohon zaitun di Timur Tengah berumur sangat panjang, tetap hijau saat musim kering, menghasilkan buah bertahun-tahun menjadi lambang berkat dan kedamaian. “Rahasia kekuatan Daud terletak pada Tuhan yang penuh kasih setia.” Ini parallel dengan Ibrani 13:8 “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Kasih-Nya tidak berubah. Efesus 3:17-19, Orang percaya berakar dan berdasar dalam kasih Kristus.
Ayat 9, Daud menutup mazmur dengan pujian dan ucapan syukur. Orang yang mengalami kasih Tuhan akan terus memuji-Nya.
Kita mungkin sedang mengalami kesulitan ekonomi, sakit penyakit, kehilangan pekerjaan, ketidakpastian masa depan, studi terhambat, dll. Banyak orang putus asa dan cemas. Namun Allah sumber pengharapan selalu setia dan peduli. Mari tetap berakar dalam Tuhan, berdiri teguh dan bersandar pada kasih setia Allah yang kekal.
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

