ALLAH MEMIMPIN LANGKAH KITA

Firman Tuhan : Amsal 3:5–6
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:6)
Anak kecil bersama ayahnya menuju tempat yang asing. Ada banyak jalan yang harus ditempuh. Ada jalan yang terlihat sepi, ramai, indah pemandangannya, tertib lalu lintasnya meski macet, ada yang lurus, berkelok-kelok, dll. Anak itu tidak tahu jalan mana yang harus dipilih. Namun ayahnya berkata: “Jangan takut nak. ayah tahu jalannya.” Anak itu tersenyum manis, ia percaya bahwa ayahnya memimpin langkahnya sampai tujuan.
Amsal 3:5–6, mengajarkan bahwa iman bukan tentang mengetahui seluruh jalan di depan kita, tetapi bagaimana mempercayai Allah. Tuhan setia menuntun ke jalan yang benar. Perikop ini adalah nasihat hikmat, untuk menjalani kehidupan bersama-Nya. Ada beberapa kata penting:
Ayat 5, A. “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu” Bahasa Ibrani, Bəṭaḥ …(bāṭaḥ) berarti percaya, bersandar, merasa aman, menaruh kepercayaan kepada Tuhan. Bersandar pada-Nya, sumber hikmat dalam mengambil keputusan apa pun. “dengan segenap hatimu.” Percaya kepada Tuhan sepenuh hati, pikiran, kehendak, perasaan dalam otoritas-Nya. B. “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” Bahasa Ibrani, (shāʿan), berarti menopang diri, bertumpu. Artinya bukan tidak boleh menggunakan akal sehat.
Sebaliknya, justru harus membuat analisis, mempertimbangkan risiko, mencari nasihat, dan hikmat. “Jangan menjadikan pengertian kita sendiri sebagai satu-satunya dasar kehidupan.”
Sebab manusia itu terbatas, pandangannya sempit, namun Tuhan melihat seluruh perjalanan secara utuh. Kita hanya melihat satu potongan puzzle, tetapi Tuhan melihat gambar keseluruhan.
Ayat 6: A,“Akuilah Dia dalam segala lakumu” Kita harus mengenal, mengetahui, mengakui, memperhatikan, dan melibatkan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita. Kata “submit to him.” Artinya, kita harus berserah total kepada Tuhan. “Mengakui Dia” menjadikan Tuhan sebagai Pusat dan Penunjuk arah hidup yang sejati. B.“Maka Ia akan meluruskan jalanmu” Meratakan jalan, jadi lurus, menjadikan jalan benar dan terarah. Artinya: Kalau kita percaya pada Tuhan, Ia pasti menolong. Jalan di depan diluruskan dan diratakan oleh Tuhan sehingga bisa dilewati. Perlu proses panjang, ada kegagalan, penantian, kesulitan, bahkan sulit dimengerti. Tetapi Tuhan berjanji selalu setia memimpin dan menuntun langkah kita melalui jalan terjal berliku dalam kuasa-Nya.
Mari terus percaya pada Tuhan dengan sepenuh hati, tidak bersandar pada pengertian diri sendiri. Jangan takut dan kuatir berlebihan, bingung, dan stres berat. Meskipun kita belum tahu rute jalan kehidupan secara lengkap, asal kita percaya pada-Nya maka seluruh langkah ke depan aman dalam perlindungan kasih-Nya.Yang penting kita berjalan bersama-Nya, melangkah dalam pimpinan-Nya. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda, ada yang cepat bekerja, ada yang lama menganggur, ada yang berusaha dari nol, ada yang tinggal melanjutkan kesuksesan, dll. Tidak perlu membandingkan jalan hidup kita dengan orang lain.
Jangan iri hati pada orang yang nampak lurus jalannya. Percaya saja bahwa setiap proses yang kita lalui bersama-Nya sangat indah. Allah setia menuntun setiap langkah kita dan memberi kemenangan.
Insprirasi: Terus percaya pada-Nya dalam segala hal, Tuhan setia memimpin setiap langkah hidup kita.
(LPMI/Rini Djatikoesoemo)
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

