SIAPA YANG BERTAHTA?

Firman Tuhan : Efesus 3:14-21
“Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.” (Ef. 3:16- 17)
Perkataan yang lucu dan menggelikan, mungkin kita pernah dengar berbunyi; “Otak kosong, jendela Iblis. Perut kosong, pintu gerbang Iblis. Hati kosong, tahta Iblis.” Mungkin otak kosong menggambarkan kebodohan, perut kosong menggambarkan kemiskinan, dan hati kosong mungkin merujuk pada kehidupan rohaniah seseorang. Mungkin bisa masuk akal, karena memang gara-gara kebodohan dan kemiskinan, banyak orang bisa menyangkali Tuhan dan membuka hatinya bagi Iblis, si raja kegelapan itu. Yang menarik perhatian adalah soal tahta (throne). The Zondervan Encyclopedia of the Bible mencatat, “The throne is a symbol of authority and rule. It was a ceremonial chair occupied by a king, priest, judge, or military leader. As a symbol of divine power and authority, it is frequently associated with God and His Messiah.” Intinya, tahta itu adalah tempat seseorang yang punya kuasa dan otoritas penuh.”
Merujuk pada istilah Paulus, “Kristus diam di dalam hatimu” – itu berarti bahwa Dia memiliki otoritas atas hidup setiap orang percaya, sebagai gereja-Nya. Dia bukan diam dalam arti pasif, tetapi aktif memimpin dan mengendalikan kehidupan. Kata “diam” secara harafiah berarti “menetap dan merasa betah”. “Tentu saja Kristus sudah tinggal di dalam hati orang-orang Efesus. Kalau tidak demikian, Paulus pasti tidak akan menyebut mereka “orang-orang kudus” dalam Efesus 1:1. Apa yang didoakan Paulus adalah, suatu pengalaman yang lebih dalam antara Kristus dan umat-Nya. Ia merindukan Kristus untuk tinggal dan merasa betah dalam hati mereka, bukan suatu hubungan yang dangkal saja, melainkan suatu persekutuan yang makin lama makin dalam.” (Warren Wiersbe).
Kalau Kristus Tuhan ada di dalam hati, alangkah bahagianya menjalani hidup di bawah tuntunan dan arahan dari Dia, Raja kehidupan itu. Ingat pada waktu kita membacakan buklet Empat Hukum Rohani, ada saatnya kita tiba pada halaman 9 buku itu, yang menggambarkan perbedaan antara orang duniawi dan orang rohani, dalam bentuk 2 lingkaran (kiri dan kanan). Tatkala masuk pada pertanyaan kedua, “Lingkaran mana yang saudara ingin mencerminkan kehidupan saudara”, diharapkan ada jawaban sebelah kanan, suatu kehidupan yang dikuasai oleh Kristus. Sungguh indah jika Dia yang bertahta, akan terjadi keserasian dengan rencana Allah. Namun pertanyaan balik yang cukup menggelitik, kalau itu ditanyakan pada kita, “Lingkaran mana yang mencerminkan hidup saudara?” Jangan-jangan kita sendiri tidak yakin berada di mana, bukan? Bagaimana meyakinkan orang, sementara kita sendiri ragu dengan posisi kita? “Fix your heart!”
LPMI/Boy Borang
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

