SIAPA YANG BERMULTIPLIKASI?

Firman Tuhan : 2 Timotius 2:1-13
“Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” (2 Tim 2:2).
Apa itu multiplikasi? “Secara umum, multiplikasi adalah tindakan atau proses memperbanyak, melipatgandakan, atau perkalian. Istilah ini digunakan dalam berbagai bidang, dengan makna spesifik sebagai berikut; Dalam Matematika, multiplikasi merujuk pada operasi dasar perkalian (proses penambahan berulang dari suatu perkalian). Dalam Biologi dan Pertanian, dikenal sebagai multiplikasi tunas, yaitu teknik perbanyakan tanaman (kultur jaringan) di mana satu bagian kecil tunas (eksplan) yang diperbanyak menjadi banyak tunas baru, menggunakan hormon pertumbuhan. Sedangkan dalam organisasi dan kepemimpinan, itu merupakan proses melipatgandakan jumlah orang atau sumber daya secara eksponensial (melatih seseorang untuk melatih orang lain), agar dampak dan jangkauan kerja semakin luas.” (AI-overview).
John Stott menyebutnya (multiplikasi) sebagai “suksesi rasuli” yang sejati. Ia menggambarkan, “Inilah keempat tahapan yang dibayangkan Paulus, melalui mana Injil harus diteruskan kepada generasi yang berikut: Dari Kristus kepada Paulus, dari Paulus kepada Timotius, dari Timotius kepada orang yang setia, dan orang-orang setia kepada orang-orang lain juga. Itulah “suksesi rasuli” sejati.” Ketika memikirkan bagaimana sampai Paulus bisa mendapatkan ide ini, bagi saya itu adalah hal yang luar biasa. Ini adalah hikmat yang diberikan (diilhamkan) Roh Kudus, dalam rangka akselerasi (percepatan) pekerjaan misi-Nya. Dan itu terbukti dalam gerakan misi Paulus, yang dikerjakannya secara strategis, dalam tiga kali perjalanan misinya, selama sekitar 30 tahun. Dari gerakan yang cukup agresif dan cepat ini, semakin banyak orang menjadi percaya di berbagai tempat, di wilayah kekaisaran Romawi dan sekitarnya. Padahal di zaman itu, belum ada infra struktur; sarana transportasi modern, sarana elektronik dan jaringan digital, apalagi Artificial Inteligence (AI) seperti sekarang ini. Tampaknya gerakan multiplikasi tidak semata-mata tergantung pada kemajuan infra struktur, tetapi pada hati yang punya visi, seperti Paulus. Andaikata Paulus hidup di masa sekarang, mungkin gerakan rohaninya akan lebih dinamis dan akseleratif lagi, berkat infra struktur yang ada.
Kita yang ada hari ini, tentu sangat terpacu dengan semangat missioner, untuk terus memenangkan jiwa bagi Kristus. Terus berjuang secara kreatif, untuk membina dan melatih lagi lebih banyak orang percaya, agar mereka juga melakukan yang sama – MBLU. Belajar dari Cru Military Impact, gerakan rohani mereka terus diarahkan dengan satu prinsip: “Wind, Build, Send, Christ-centered multiplying disciples throughout the worldwide military community.” We have three invitations for every believer: First, we connect people to Jesus (win). Next, we invest in those new believers with life changing discipleship (build). Then, we train these dsciples in faith, to be the next generation of Christian leaders, inviting others to join them in following Christ (send).” (Cru Military Impact magazine, 1965-2025). “Do not shift!” Inspirasi: Multiplikasi rohani, jelas adalah gerakan rohani di antara orang-orang rohani, orang-orang yang berpikir dan melayani secara strategis. Bukan orang duniawi, yang hidup egois tanpa visi kekekalan
(LPMI/Boy Borang)
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

