“SIAP SIAGA”

Firman Tuhan : 1 Tesalonika 5:1-11,
“…, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.” (1 Tesalonika 5:10)
Malam itu selesai rapat RT tetangga Pak Karto berkata: “Saya pulang tidur dulu ya, besok kita lanjut.” Namun ternyata ia tidak pernah bangun lagi. Keluarganya terkejut. teman-temannya tidak menyangka sebab ia tidak sakit. Demikianlah hidup manusia sangat terbatas. Hidup itu seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Kitab di atas ditulis oleh Paulus untuk jemaat Tesalonika yang sedang mengalami tekanan, penderitaan, dan kebingungan tentang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Sebagian jemaat takut dan gelisah. Paulus mengingatkan bahwa Hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari. Orang percaya harus berjagajaga, sadar, hidup dalam iman, kasih, dan pengharapan.
Manusia sering merasa masih punya banyak waktu, menunda melayani, hidup seenaknya, bahkan menjauh dari Tuhan. Kematian tidak pernah memberi pengumuman terlebih dahulu. Semua berada dalam otoritas Tuhan. Kita harus siap secara rohani setiap saat. 1 Tesalonika 5:1-11 menegaskan:
Hari Tuhan datang secara tiba-tiba (ayat 1-3). Paulus berkata: “Hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.” Tidak bisa diprediksi dan dihindari oleh manusia, datang tidak terduga. Hidup itu sangat singkat dalam kerapuhan.
Orang percaya dipanggil menjadi anak terang (ayat 4-8). Kita harus hidup dalam pimpinan-Nya dan selalu siap siaga, berjaga-jaga, sadar, memakai perlengkapan rohani. Kita harus waspada secara rohani, jangan tidur (lengah/ berbuat dosa). Melekat pada Kristus, agar hati nurani kita peka dan kokoh iman.
Inti Pengharapan Orang Percaya (ayat 9-10). Di ayat 10 pasangan kata grēgorōmen (hidup/berjaga) dan katheudōmen (mati/tidur) merujuk kembali ke pasal 4:13-14, di mana orang percaya yang meninggal disebut sedang “tidur” (κοιμάω – koimaō). Dalam konteks ini berarti “kita yang sudah meninggal secara fisik” maupun secara harfiah “kita tidur” dalam istirahat sehari-hari, tidak ada pertentangan untuk “berjaga-jaga” sebab kita tetap hidup. Status keselamatan kita tidak bergantung pada apakah kita masih hidup di bumi (terjaga) atau sudah mati (tidur) saat Hari Tuhan tiba. Kita semua yang percaya akan tetap hidup bersama Dia. Kristus mati supaya kita hidup bersama Dia.
Baik hidup maupun mati, orang percaya tetap berada dalam persekutuan dengan Kristus. Bukan persoalan sedang bekerja atau tidur, hidup atau mati, sadar atau tidak sadar, tetapi yang utama adalah berada di dalam Kristus. Yang terpenting bukanlah panjang pendeknya umur, kaya miskin, terkenal atau tidak, melainkan apakah kita hidup melekat kepada Kristus dan siap siaga jika dipanggil. Saat tidur, tubuh tampak tidak berdaya, bahkan seperti “tak bernyawa.” Namun jiwa dan roh tetap ada dalam pemeliharaan Tuhan. Hidup manusia tidak pernah lepas dari kuasa-Nya. “Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur
Penjaga Israel”. Mazmur 121: 4
Inspirasi: Tetap melekat kepada Tuhan, siap siaga, tekun berdoa, membaca firman, menjaga hati, mengampuni, hidup benar, dan setia melayani Tuhan.
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

