SAAT LETIH DAN BERBEBAN?

Firman Tuhan : Matius 11:28–29
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11: 28-29)
Seorang sahabat menelepon menceritakan himpitan dan tekanan berat. Di saat ia sedang sakit dan usahanya lesu perlu dana besar, ternyata teman baiknya justru menghilang membawa sebagian uangnya. Setelah sharing dan berdoa, dia bilang bahwa hatinya lega bisa curhat. Ia kembali semangat meyakini pertolongan-Nya.
Dalam kisah di atas Yesus memberikan statement yang penting. Sebuah konsep sederhana namun amat dalam. Pertama letih lesu dan berbeban berat itu manusiawi dan wajar dialami siapapun. Kedua, Yesus memberikan Diri-Nya sebagai contoh jaminan penyelesaian dari perspektif Allah yang berdaulat dan penuh kasih. Lemah lembut (praus) menggambarkan kuda liar bertenaga luar biasa yang telah dijinakkan di bawah kendali penunggang. Kelemahlembutan Yesus berarti Dia memiliki kuasa absolut sebagai Allah, namun memilih untuk menggunakannya dengan kasih sayang dan kesabaran. Rendah hati (tapeinos) bukan sekadar rendah diri, melainkan merendah, tidak sombong. Yesus memposisikan diri-Nya siap melayani, bahkan bagi mereka yang terpinggirkan, lelah, dan berdosa. Sebagai Penolong yang benar, Yesus bukan sekadar kuat dan penuh kuasa, tetapi Ia mengerti beban kita, tidak menambah tekanan, hadir dengan kasih, dan membimbing bukan memaksa. Di ps 11 Yesus ditolak, dan dalam konteks Yudaisme saat itu para pemimpin agama membebani umat dengan hukum yang berat. Umat letih karena tekanan agama, terbebani aturan Taurat yang ditafsirkan keras oleh kaum Farisi dengan lebih dari 600 aturan sehingga mereka lelah secara rohani. Ketika mereka mendengarkan Yesus, mereka mendapatkan kelegaan yang selama ini tidak mereka temui.
Saat kita mengalami hal diatas, bagaimana kita menemukan orang yang rendah hati? Parameter orang rendah hati itu mau mendengar, tidak menghakimi, tidak merendahkan/ mencela, menghargai, memberi motivasi, menguatkan, tidak membuka rahasia dan mencari solusi yang terbaik bersama Tuhan.
Meneladani Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati berarti membawa perubahan radikal melalui cara kita berinteraksi dengan sesama. Itu adalah karakteristik batiniah yang membebaskan manusia dari beban-beban hidup, keangkuhan, dan kebencian. Mari menjadi pribadi yang siap sedia mendengar dan tidak menghakimi seperti Yesus. Dua karakter di atas adalah buah Roh yang akan diwujudkan-Nya saat kita mengandalkan dan meneladani-Nya.
Inspirasi: Orang letih tidak butuh tekanan baru. Orang berbeban berat dan terluka memerlukan penghiburan dan semangat baru, bukan penghakiman.
LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd.
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

