PENGENDALI HATI- HEARTBENDER

Firman Tuhan: Amsal 4:23
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.“
Hari-hari ini saya sedang senang sekali mengikuti sebuah seri film di layanan streaming berbayar, tentang sebuah dunia yang dipengaruhi oleh para pengendali empat elemen: udara, air, bumi, dan api.
Sang tokoh utama adalah seseorang yang dituntut untuk belajar menguasai keempat elemen tersebut, karena hanya dengan menguasainya, keseimbangan dunia dapat terjaga.
Menikmatinya bersama suami, tentu saja tidak hanya sekedar menonton. Kami jadi punya percakapan-percakapan kecil yang seru. Kalau kami bisa memilih, kira-kira kami ingin menjadi pengendali elemen apa?
Di tengah percakapan sederhana itu, tiba-tiba Firman seperti menyentak hati saya. Bukankah di dunia nyata, Tuhan juga sedang mengajarkan saya untuk belajar “menguasai” sesuatu?
Bukan udara. Bukan air. Bukan bumi. Bukan pula api. Tetapi hati. Saya ingin menjadi seorang Heartbender — Penguasa Hati. Bukan penguasa atas hati orang lain. Justru saya ingin belajar menjadi penguasa atas hati saya sendiri. Amsal 4:23 mengingatkan ternyata menjaga hati bukan perkara kecil.
Sebab apa yang memenuhi hati, suatu hari akan keluar melalui perkataan. Apa yang berakar di hati, akan terlihat melalui tindakan. Dan apa yang saya izinkan tinggal di hati, perlahan akan membentuk kehidupan saya.
Karena itu, saya ingin belajar memenuhi hati dengan Firman Tuhan. Bukan sekadar tahu apa yang Firman katakan, tetapi belajar menerapkannya dengan hikmat dalam kehidupan sehari-hari. Belajar menguasai amarah sebelum amarah menguasai saya. Belajar menguasai perkataan sebelum perkataan saya melukai. Belajar menguasai keinginan sebelum keinginan membawa saya terlalu jauh. Dan belajar menundukkan hati kepada Tuhan, bahkan ketika hati saya ingin berjalan dengan caranya sendiri.
Sebab kalau dalam dunia film itu keseimbangan dijaga dengan menguasai empat elemen, di dunia nyata saya belajar bahwa kehidupan juga perlu dijaga dengan satu hal: menjaga hati.
Karena dari situlah terpancar kehidupan.
Inspirasi: Sebelum diperbarui, hati adalah bagian terburuk dari diri manusia; tetapi setelah diperbarui, hati menjadi bagian yang terbaik. — John Flavel
LPMI/Herwidya Estherline
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

