“MOHON ALLAH TURUN TANGAN”

“MOHON ALLAH TURUN TANGAN”

Firman Tuhan: Mazmur 123:1-4

Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;  (Mazmur 123: 3)

Seorang pegawai bekerja dengan jujur dan loyal. Namun ada rekan kerja yang iri. Di depan ia ramah dan tersenyum, tetapi di belakang ia menyebarkan fitnah dan cerita bohong. Akibatnya banyak orang salah paham. Pegawai itu ingin membela diri, tetapi setiap penjelasannya justru dipelintir. Akhirnya ia memilih diam dan berdoa menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Beberapa waktu kemudian, kebenaran terungkap. Orang yang memfitnah itu justru  terbukti  berbohong.  Apa  yang  tidak  mampu dilakukan  manusia,  Allah  sanggup menolong tepat pada waktu-Nya.

Mazmur 123, nyanyian yang dilantunkan bangsa Israel ketika mereka berjalan menuju Yerusalem untuk beribadah kepada Tuhan. Mazmur ini merupakan doa umat yang sedang mengalami tekanan, penghinaan, dan perlakuan tidak adil dari orang-orang yang merasa diri lebih kuat. Pemazmur tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan mengangkat tangannya  kepada  Tuhan  dan  memohon belas kasih-Nya.  Ketika semua upaya manusia menemui jalan buntu, Allah turun tangan. Kadang kita menghadapi orang-orang yang manis dibibir, tetapi lain  di hati. Mereka  tersenyum  namun diam-diam  memfitnah, menyebarkan kebencian dan kutukan. Atau  terang-terangan memusuhi dengan kasar dan sombong. Hal itu sangat memilukan. Saat penghinaan dan ketidakadilan menekan berat, Tuhan pasti menolong dengan kuasa-Nya.

Ayat  1,  “Aku  melayangkan  mataku  kepada-Mu…”  Pemazmur  memilih  memandang kepada  Tuhan, bukan  pada  masalah.  Ketika  manusia  mengecewakan, mata  iman  harus makin kokoh pada Allah yang setia.

Ayat 2, Seperti mata hamba memandang tangan tuannya. Umat Tuhan menantikan campur tangan Allah dengan bergantung penuh. Tidak mengandalkan kekuatan sendiri.

Ayat  3,  “Kasihanilah  kami,  ya  TUHAN,  kasihanilah  kami,  sebab  kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan.” Kata “kasihanilah” ditulis dua kali. Ini menunjukkan kesungguhan doa, keputusasaan dan pengharapan penuh pada belas kasih Allah. “Cukup kenyang” dengan penghinaan. Artinya penghinaan itu berlangsung terus-menerus dan sangat berat.

Ayat   4,   Orang   sombong   dan   orang   congkak   terus   menghina   mereka.   Ini menggambarkan keadaan ketika orang benar menjadi sasaran ejekan, fitnah, dan perlakuan tidak  adil.  Namun pemazmur  tidak  balas  dendam.  Ia  memohon  agar  Allah  bertindak.

Channenu”(chanan),  artinya:  berbelas  kasih  memberikan  anugerah  kepada  yang  tidak berdaya. Pemazmur sadar bahwa pertolongannya hanya berasal dari kasih karunia Tuhan. “Have mercy” seruan yang mendalam agar Allah bertindak menolong umat-Nya. Lihat Roma 12:19  “Pembalasan  itu  adalah hak-Ku.  Akulah  yang  akan  menuntut  pembalasan,  firman Tuhan.” Ketika difitnah dan disakiti, orang percaya menyerahkan perkara kepada Tuhan. 1 Petrus 2:23 “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki.” Tuhan Yesus menjadi teladan ketika menghadapi penghinaan. Lukas 18:7 Allah mendengar seruan umat- Nya. 2 Tesalonika 3:3 “Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.” Pemazmur mengalami dan merasakan pembelaan Tuhan, Allah turun tangan.

Ketika  difitnah,  datanglah  kepada Tuhan.  Tidak semua tuduhan  harus  dibalas,  ada saatnya Tuhan membela dengan kuasa-Nya. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Orang jahat biasanya menyebarkan fitnah, kebencian, dan kutukan. Namun Tuhan melindungi dan menopang kita. Allah setia menolong dan bertindak tepat pada waktu-Nya .

Inspirasi: Allah turun tangan dan sanggup menolong, menopang dan membela umat-Nya dalam menghadapi penghinaan, fitnah, pengkhiatanan, dan berbagai kejahatan lainnya.

LPMI/Rini Djatikoesoemo

share

Recommended Posts