MERDEKA DARI PERBUDAKAN ROH DUNIA

MERDEKA DARI PERBUDAKAN ROH DUNIA

Firman Tuhan    :  Galatia 4 : 3 – 7

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. (Kolose 2 : 8)

Kemerdekaan yang sejati bukan hanya berbicara tentang bebas dari penjajahan secara fisik, tetapi juga bebas dari segala sesuatu yang menguasai hati dan pikiran kita. Alkitab mengingatkan  bahwa ada “roh dunia” yang terus berusaha membentuk  cara berpikir manusia agar menjauh dari Allah. Roh dunia mendorong  manusia mengejar kesenangan tanpa batas, mengutamakan materi, hidup dalam kesombongan, dan menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa.

Tanpa disadari, seseorang dapat menjadi “budak” dari roh dunia. Ia hidup hanya untuk mengejar pengakuan, kekayaan, jabatan, atau kenikmatan sesaat. Padahal semua itu     tidak     pernah     mampu memberikan damai sejahtera yang  sejati. Saya pikir dapat keliling dunia di usia muda, gaji besar, pengalaman banyak di luar negeri  membuat  saya  hahagia,  namun  semua  itu  hanya  semu. Semuanya tidak membuat  saya  bahagia,  selalu  ada  hal  lain  yang  membuat  seakan  merasa  selalu kurang.

Kristus datang untuk memerdekakan kita dari segala bentuk perbudakan dosa dan pengaruh dunia. Ketika kita menyerahkan hidup kepada-Nya, Roh Kudus bekerja memperbarui pikiran dan hati kita sehingga tidak lagi mengikuti arus dunia, melainkan hidup menurut kehendak Allah.

Kemerdekaan di dalam Kristus bukan berarti kita bebas berbuat sesuka hati, tetapi bebas  untuk  hidup dalam  kebenaran,  mengasihi  Tuhan,  dan  menjadi  berkat  bagi sesama.

Inspirasi: Orang yang merdeka di dalam Kristus tidak lagi dikendalikan oleh nilai- nilai dunia, melainkan dipimpin oleh Roh Allah. Sehingga kuasa roh-roh dunia tidak akan dapat menarik dan menjatuhkan dia.

LPMI/Wilfred Soplantila

share

Recommended Posts