MERDEKA DALAM BERPENDIRIAN

Firman Tuhan : Galatia 5:1-15
“Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak pempunyai pendirian lain daripada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapa pun juga dia.” Gal. (5:10)
Harus punya pendirian! Maksudnya? Terhadap suatu paham atau doktrin, biasanya ada pertanyaan, “Di mana posisi anda? Apakah anda sudah punya pegangan? Anda berada di aliran mana?” Semua pertanyaan itu merujuk pada sikap seseorang, dalam meresponi suatu pengajaran atau polemik yang cukup hangat dalam dunia teologi, etika atau filsafat.
Adalah tidak mudah bagi Paulus untuk memperjuangkan pengajaran yang benar, yaitu kebenaran Injil kasih karunia di dalam Kristus Yesus. “Tugas seorang rasul pada gereja mula-mula paling utama adalah meletakkan dasar bagi jemaat dan iman Kristen berdasarkan Kitab Suci (Alkitab), yang berpusat pada Yesus Kristus sebagai “batu penjuru.” Mungkin cabang Teologi Sistematika yang di dalamnya banyak terjadi perdebatan adalah Kristologi dan Soteriologi. Khususnya soal keselamatan yang hanya oleh anugerah, bukan karena mentaati Hukum Taurat. Bahwa keselamatan di dalam Kristus adalah anugerah semata-mata, dan bukan hasil usaha manusia. (Roma 1:17; Efesus 2:8-9). Ini tak sedikit terus dibantah oleh orang-orang yang telah terjebak dalam teologi yang menyesatkan, di sepanjang Sejarah Gereja, hingga hari ini. Intinya, Iblislah yang ada di balik semua bantahan itu. Tujuannya jelas, ia ingin membingungkan dan menyesatkan pikiran, dan menciptakan keraguan iman orang percaya. Perilaku memutarbalikkan firman kebenaran, yang sudah terlihat sejak taman Eden ini, belum berhenti mengganggu kekristenan sampai hari ini.
Namun Roh Kudus yang tidak tinggal diam, terus menguatkan Paulus dan para rasul lainnya, begitu juga gereja Tuhan, dalam memberitakan kebenaran Injil yang menyelamatkan itu. Semua pengajaran yang bertentangan dengan Injil kasih karunia, akan satu persatu menjadi lemah, karena justru semakin banyak orang menjadi percaya. Memang menyedihkan, mengapa banyak orang, khususnya para penentang, yang terus membuang energi, membuang waktu, mempersoalkan yang sebenarnya bukan persoalan? Bukankah lebih efektif bila mereka mau rendah hati dan terbuka di hadapan Tuhan, lalu mengerjakan hal-hal yang berguna, berkualitas, bagi diri sendiri dan bagi orang lain? Di sini nyata, bahwa sebenarnya Iblislah yang bekerja di balik semuanya.
Belajar pada Paulus, setelah dia berjumpa dengan Kristus, tak ada yang dapat menggoyahkan imannya. Pendiriannya yang teguh dalam memberitakan dan mempertahankan Injil, bukti bahwa dia benar-benar telah dimerdekakan dari cengkraman Yudaisme, filsafat dunia, atau pun tawaran-tawaran kedagingan lainnya. Posisinya sudah final tak dapat digeser: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.” (Gal.3:11). Banyak orang belum tahu kalau ada pembenaran bagi orang berdosa. Beritakanlah itu! “Go into all the world and preach the Gospel to every creature.” (Markus 16:15)
Inspirasi: Seseorang bisa berubah pendirian apabila prinsipnya berpijak pada sesuatu yang semu. Tetapi jika pegangannya benar dan tak tergoyahkan, ia bahkan bisa membawa perubahan.
LPMI/Boy Borang
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

