MENJARING JIWA BERSAMA YESUS

Firman Tuhan : Lukas 5:1-11
“Kata Yesus kepada Simon: ‘Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.'” (Lukas 5:10b, TB)
Latar belakang kisah ini terjadi di Danau Genesaret, di mana Simon Petrus dan rekan-rekannya berada dalam titik terendah setelah semalaman gagal menangkap ikan. Sebagai nelayan profesional, kegagalan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan pukulan telak bagi nafsu makan dan harga diri mereka. Di tengah keletihan dan keputusasaan itulah Yesus hadir, masuk ke dalam perahu mereka, dan memberikan perintah yang tidak masuk akal secara logika nelayan: bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu. Ketika Simon taat, mukjizat kelimpahan terjadi hingga jala mereka mulai koyak.
Secara teologis, mukjizat ini bukan sekadar tentang pemenuhan kebutuhan jasmani, melainkan sebuah demonstrasi otoritas Allah atas alam semesta untuk menyingkapkan misi yang lebih besar. Pengakuan Simon akan dosanya di hadapan kekudusan Yesus direspons Kristus bukan dengan penghukuman, melainkan dengan sebuah panggilan visi: dari “menjala ikan” menjadi “menjala manusia”. Kata Yunani untuk “menjala manusia” adalah zogreo, yang berarti menangkap sesuatu untuk dihidupkan, bukan untuk dimatikan seperti ikan. Ini adalah cetak biru pelayanan penginjilan dan pemuridan. Yesus memanggil kita bukan karena kita mampu atau sudah siap, melainkan karena Dia berkomitmen untuk memperlengkapi kita di tengah keterbatasan. Panggilan pelayanan sering kali dimulai ketika kita bersedia menyerahkan kegagalan kita kepada-Nya dan mengizinkan Firman-Nya memegang kendali atas hidup kita.
LPMI/Tegoeh H. Santoso
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

