MENGHIDUPI ANUGERAH TUHAN

MENGHIDUPI ANUGERAH TUHAN

Firman Tuhan: Amsal 17: 18-19

“Siapa  suka  bertengkar,  suka  juga  kepada  pelanggaran,  siapa  memewahkan  pintunya mencari kehancuran.” (Amsal 17:19)

Anugerah  Tuhan adalah pemberian cuma-cuma yang tidak layak  kita terima, tetapi diberikan  karena kasih-Nya  melalui  Yesus  Kristus  (Efesus  2:8-9).  Namun,  menerima anugerah saja tidak cukup, orang percaya dipanggil untuk menghidupi anugerah itu dalam karakter, perkataan, dan sikap sehari-hari. Amsal 17:19 memberikan peringatan mengenai dua sikap (yaitu ; suka bertengkar dan kesombongan) yang bertentangan dengan kehidupan dari seorang yang hidup dalam Tuhan.

Berdasarkan ayat yang kita baca hari ini pula, kita diajarkan dua ciri yang hendaknya kita miliki untuk menghidupi anugerah Tuhan.

Pertama: mencintai damai bukan suka pada pertengkaran/perbantahan. ” Siapa suka pertengkaran, suka juga kepada pelanggaran…” (Ayat 19a). Dari sini kita dapat menggali lebih jauh. Bagaimana ciri-ciri dari orang yang suka bertengkar..? antara lain; orang yang suka menimbulkan keributan, senang mengacau,  mengapa dia demikian? karena egois, bisa karena iri hati, atau dia hendak menang sendiri.

Berbeda dengan ciri-ciri dari orang yang menghidupi anugerah Tuhan yaitu mencintai damai bukan suka pada pertengkaran atau  perbantahan baginya adalah sebaliknya suasana yang gaduh, tegang diupakayakan menjadi tenang, damai, sebab   anugerah Tuhan yang dialaminya  menghasilkan  hati yang  mengampuni  dan  membawa  damai,  tidak  mudah tersinggung, pembawa damai, membangun persahabatan bukan pertengkaran.

Kedua:   membawa diri dalam kerendahan.   “…siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran ” (Ayat 19 b).

Bruce K. Waltke dalam komentarnya tentang Amsal, menjelaskan bahwa “high gate” adalah simbol kesombongan dan pamer status.

Yakobus 4: 6 “…Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Sikap orang yang sombong tidak mau dinasihati, merasa selalu benar, bergantung pada kekuatan sendiri,  sehingga berhenti disana  hal-hal baru yang  diajarkan,  adanya sikap tidak mengakui adanya kekuatan yang melebihi dari dirinya bukankah hal-hal ini tanpa disadari akan membawa kehancuran bagi dirinya.

Sebaliknya orang yang menghidupi Anugerah Tuhan adalah orang yang merendahkan hati dihadapan Tuhan, dengan sikap sedia untuk diajar  ketika seorang yang sedia diajar akan menghasilkan hal-hal yang baru yang dapat membawa kemajuan dan pengembangan dalam dirinya, serta memiliki sikap bersyukur bahwa segala sesuatu adalah anugerah Tuhan.

Pertengkaran  dan  kesombongan dapat  merusak  hubungan,  keluarga  dapat  menjadi retak, pelayanan menjadi hancur, persahabatan menjadi   putus, kehidupan rohani menjadi merosot, namun Sebaliknya, orang yang hidup dalam anugerah Tuhan menghasilkan: damai Sejahtera, kerendahan hati, penuh kasih, tercipta kesatuan atau kerukanan , hidup dalam sukacita.

Pertanyaan untuk perenungan kita semua: 

Apakah hidup saya membawa damai? Apakah saya sedang meninggikan Tuhan atau diri sendiri? Apakah hidup saya mencerminkan anugerah Kristus?

Inspirasi: Menghidupi anugerah Tuhan berarti membiarkan kasih karunia-Nya mengubah seluruh hidup kita, mengajarkan kepada kita mencintai damai & tidak sombong.

LPMI/Sutiyanto

share

Recommended Posts