MENARUH PERCAYA PADA PEMELIHARAAN ALLAH

Firman Tuhan: Matius 6:25–34
“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting daripada makanan dan tubuh itu lebih penting daripada pakaian?” (Matius 6:25)
Khotbah di Bukit disampaikan Yesus kepada orang-orang yang akrab dengan kemiskinan dan tekanan hidup di bawah penjajahan Romawi. Bagi mereka, makanan besok adalah kecemasan yang nyata, bukan sekadar kekhawatiran eksistensial. Namun, di tengah realitas yang berat ini, Yesus memberikan perintah yang radikal: jangan khawatir. Kata Yunani yang digunakan untuk khawatir adalah merimnao, yang berarti pikiran yang terpecah atau ditarik ke berbagai arah. Kekhawatiran yang berlebihan merampas fokus kita dari Tuhan dan melumpuhkan efektivitas hidup kita. Melalui ilustrasi burung di udara dan bunga bakung di ladang, Yesus membangun argumen dari yang kecil ke yang besar (qal vahomer). Jika Allah yang Mahakuasa memelihara ciptaan yang tidak menabur dan tidak memintal, terlebih lagi Dia akan memelihara anak-anak-Nya. Ayat ini tidak mengajarkan kepasifan atau kemalasan, melainkan sebuah reorientasi hati.
Kecemasan sering kali bersumber dari ilusi bahwa kita adalah pemelihara hidup kita sendiri. Ketika kita sibuk mengkhawatirkan kebutuhan materi, kita kehilangan energi untuk menjalankan amanat agung-Nya. Yesus mengarahkan kita untuk terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya. Dalam konteks pelayanan, pemuridan, dan penginjilan, pesan ini menjadi jangkar yang kokoh. Kita tidak dapat bergerak maju dalam membagikan kasih Kristus dan mendukung pelayanan jika hati kita masih terpenjara oleh ketakutan akan hari esok. Fokuslah pada misi yang Allah berikan, sebab Dialah pemilik pelayanan yang bertanggung jawab penuh atas setiap kebutuhan hidup kita.
Inspirasi: Mari daftarkan setiap kecemasan materi atau pelayanan yang sedang kita hadapi hari ini, lalu serahkan sepenuhnya dalam doa sebagai wujud berserah diri. Alihkan fokus energi kita untuk dengan setia memuridkan sesama dan mendukung pekerjaan Tuhan, percaya bahwa Dia menyediakan bagian bagi kita.
LPMI/Tegoeh H. Santoso
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

