MEMBERITAKAN FIRMAN KESELAMATAN ALLAH

MEMBERITAKAN FIRMAN KESELAMATAN ALLAH

Firman Tuhan: Roma 10:9-17

“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka dapat mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan- Nya?” (Roma 10:14, TB)

Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dengan tujuan teologis dan misioner yang sangat kuat, termasuk kerinduan mendalam agar bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain beroleh keselamatan. Dalam pasal 10, Paulus menegaskan bahwa keselamatan adalah anugerah yang inklusif bagi setiap orang yang mengaku dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah dibangkitkan dari antara orang mati. Namun, Paulus menghadapkan pembacanya pada sebuah realitas logis dan mendesak mengenai rantai penyampaian Injil.

Secara teologis, Paulus menggunakan rangkaian pertanyaan retoris yang progresif dan terbalik untuk menunjukkan urgensi misi: berseru, percaya, mendengar, dan memberitakan. Puncak dari argumen ini adalah bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus (ayat 17). Keselamatan yang dikerjakan Yesus di salib tidak akan pernah dialami oleh jiwa- jiwa yang terhilang jika tidak ada orang yang diutus untuk menyuarakannya. “Kaki orang yang membawa kabar baik” disebut indah karena mereka menjadi perpanjangan tangan Allah untuk memutus rantai ketidaktahuan rohani dunia. Ini adalah panggilan langsung bagi gereja untuk tidak egois dengan keselamatannya sendiri, melainkan bergerak aktif dalam penginjilan, pemuridan, serta memberikan dukungan doa dan pemenuhan kebutuhan pelayanan demi tersedianya para pemberita Injil yang siap diutus ke berbagai medan pelayanan.

LPMI/Tegoeh H. Santoso

share

Recommended Posts