MEMANDANG LAHAN TUAIAN

Firman Tuhan : Yohanes 4:27-42
“Bukankah kamu katakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” (Yohanes 4:35, TB)
Konteks ayat ini terjadi tepat setelah percakapan radikal antara Yesus dan seorang wanita Samaria di sumur Yakub. Ketika para murid kembali membawa makanan dan terjebak dalam pemikiran tentang kebutuhan jasmani, Yesus justru mengalihkan perhatian mereka pada realitas rohani yang jauh lebih mendesak. Wanita Samaria yang baru saja mengalami perjumpaan dengan Yesus itu telah pergi ke kotanya dan menggerakkan orang banyak untuk datang menemui Kristus. Di tengah antusiasme penduduk Samaria yang sedang berjalan menuju ke arah mereka itulah Yesus mengucapkan kalimat ini.
Secara teologis, Yesus sedang menegur cara pandang para murid yang memakai kalkulasi manusiawi—”empat bulan lagi”—yang menunda-nunda urgensi misi rohani. Melalui kata “lihatlah” (Yunani: theasasthe, yang berarti amatilah dengan saksama), Yesus menantang mereka untuk mengubah perspektif rohani dalam melihat jiwa-jiwa. Bagi para murid, Samaria adalah daerah yang dihindari penuh prasangka, namun bagi Yesus, Samaria adalah ladang yang sudah “menguning” (Yunani: leukai, berarti memutih atau sangat matang) dan siap untuk dituai. Keselamatan jiwa-jiwa tidak bisa menunggu penundaan jadwal manusia. Ini adalah fondasi penting dalam visi pelayanan kita: penginjilan dan pemuridan menuntut kepekaan untuk melihat kesempatan yang Allah buka hari ini. Setiap kontribusi kita, baik melalui gerakan pemuridan, dukungan doa yang tekun, maupun pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pendanaan misi, harus digerakkan oleh kesadaran bahwa waktu penuaian global sedang berlangsung saat ini juga.
LPMI/Tegoeh H. Santoso
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

