MELIHAT TUAIAN BERSAMA YESUS

MELIHAT TUAIAN BERSAMA YESUS

Firman Tuhan : Matius 9:35-38

“Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja- pekerja untuk tuaian itu.'” (Matius 9:37-38, TB)

Konteks perikop ini memperlihatkan Yesus yang sedang giat melakukan perjalanan ke semua kota dan desa untuk mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Surga, dan melenyapkan segala penyakit. Di tengah mobilitas pelayanan yang padat itu, Yesus melihat orang banyak yang berkerumun lalu tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Istilah Yunani yang digunakan adalah esplangchnisthe, yang menggambarkan rasa iba yang teramat dalam hingga menggerakkan bagian hati terdalam. Yesus melihat kondisi rohani manusia yang lelah, terlantar, dan tidak berdaya seperti domba yang tidak mempunyai gembala.

Secara teologis, Yesus tidak melihat orang banyak itu sebagai beban, melainkan sebagai sebuah “tuaian” (ladang gandum yang siap dipanen). Krisis utamanya bukanlah kelangkaan jiwa yang mau dimenangkan, melainkan kelangkaan “pekerja” (Yunani: ergates) yang bersedia turun ke ladang pelayanan. Kata “mengirimkan” dalam teks aslinya adalah ekballe, yang berarti mendesak keluar atau mengutus dengan kuasa. Pelayanan penginjilan dan pemuridan tidak bisa digerakkan oleh ambisi manusiawi, melainkan harus lahir dari belas kasihan Kristus yang menular ke dalam hati kita. Yesus memerintahkan para murid untuk menaikkan dukungan doa yang strategis agar Tuan pemilik tuaian mengutus pekerja -pekerja-Nya. Doa ini adalah langkah awal yang krusial sebelum pemenuhan kebutuhan pelayanan dan pengutusan itu benar-benar terjadi di dalam sejarah.

LPMI/Tegoeh H. Santoso

share

Recommended Posts