KEPEMIMPINAN YANG MEMBANGUN

KEPEMIMPINAN YANG MEMBANGUN

Firman Tuhan: 2 Raja-raja 22: 1-20

Segera   sesudah   raja   mendengar   perkataan   kitab   Taurat      itu,   dikoyakkannyalah pakaiannya. (2 Raja-raja 22: 11)

Konon saat 1966 Presiden Suharto memulai kepemimpinannya, dalam rapat dia rendah hati dan biasa mencatat poin-poin penting paparan   para menteri dan pakar lulusan luar negeri. Di tahun kedua Jendral pendiam dan cepat belajar itu sudah percaya diri dan memimpin kabinet dengan tegas untuk mengatasi gejolak ekonomi dan sosial negara pasca tragedi G 30 S PKI.

Yosia adalah raja Yehuda yang memerintah di usia muda belia (ay 1a). Penulis kitab ini memberi predikat penting, “..Ia melakukan apa yang benar  di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya…” (ay 2). Ia mewarisi pemerintahan  nan kacau balau, kondisi sosial ekonomi, politik dan spiritualitas negara yang hancur. Menariknya di usia dini, disebut nama ibunya Yedida dari Bozkat (kota Yehuda). Ada indikasi dari ibu orang Yehuda asli ini dia mendapat didikan kerohanian (ay 1b). Di usia ke 26 ada peristiwa penting sehingga hidupnya berpredikat “benar di mata Tuhan”. Ada kronologi menarik sbb:

Ada masa misterius selama 17 tahun pemerintahan awal Yosia (ay 3) Yosia memerintahkan renovasi dan refungsionalisasi Bait Allah di tahun ke18 ( ay3-7).

Hilkia  menemukan  kitab  Taurat,  Safan  membacakannya   pada  raja  dan  dia mengoyakkan pakaiannya tanda berduka (ay 8-11).

Raja meminta penunjuk Tuhan lebih spesifik bagi Yehuda melalui nabiah Hulda terkait penemuan kembali Taurat (ay 12-17).

Janji pemulihan Yehuda dan akhir hidup Yosia dalam damai (ay 18-20). PerintahYosia hanya sebatas fungsi Bait Allah, namun dengan kehendak-Nya, ada penemuan Taurat yang menuntun pada langkah lebih besar dan strategis. Selanjutnya respon yang benar dari Yosia, Tuhan menyingkapkan banyak hal sampai pada akhir hidup Yosia yang disiapkan dalam damai.

Dalam karier atau bidang kerja, bisa saja kita berada dalam kondisi tidak ideal bahkan mengalami keprihatinan seperti Yosia. Namun kita juga memiliki waktu untuk berkontemplasi, merenungkan, dan berpikir keras untuk mengancangi keadaan dan merencanakan langkah terbaik dan membangun. Ketika kita fokus pada Tuhan, maka Ia membuka banyak hal diluar pemikiran  yang terbatas pada kuasa-Nya yang tak terbatas.

Mari  terus  menomorsatukan  Tuhan  agar  rencana-Nya  dalam  hidup  kita  terlaksana seturut kehendak-Nya yang terbaik. Hidup itu tidak mudah, namun Ia setia dan berdaulat sempurna.

Inspirasi:  Tuhan  memimpin,  menolong,  memberi  kemenangan  dan  berotoritas penuh dalam setiap tantangan dan kesulitan.

LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd.

share

Recommended Posts