KEJUJURAN YANG SULIT

Firman Tuhan : Amsal 11 : 3
“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.” (Amsal 11:3)
Kejujuran sering kali terdengar sederhana, tetapi dalam kenyataannya tidak selalu mudah dilakukan. Ada saat-saat di mana berkata jujur bisa membuat kita rugi, disalahpahami, atau bahkan kehilangan sesuatu yang kita anggap penting. Karena itu, banyak orang memilih jalan yang lebih “aman” menyembunyikan kebenaran atau memutarbalikkan fakta.
Gehazi berkata tidak jujur kepada Naaman soal hadiah bagi kesembuhannya, dan menuai akibatnya. Supaya kelihatan rohani, Yudas Iskariot berkata tidak jujur soal minyak narwastu yang sebaiknya dijual kemudian dipakai untuk pelayanan. Petrus berkata tidak jujur soal pengenalannya pada Yesus, bahkan sampai tiga kali. Alkitab mencatat beberapa orang yang tidak jujur dalam perkataannya.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa kejujuran adalah jalan yang benar, meskipun sempit dan tidak selalu nyaman. Kejujuran mencerminkan hati yang takut akan Tuhan. Ketika kita memilih jujur, kita sedang mempercayakan hasilnya kepada Tuhan, bukan kepada situasi atau penilaian manusia.
Mungkin hari ini kita sedang diperhadapkan pada pilihan yang sulit: berkata jujur atau mengambil jalan pintas. Ingatlah, Tuhan lebih menghargai hati yang tulus daripada hasil yang terlihat baik tetapi dibangun di atas kebohongan. Kejujuran mungkin terasa berat di awal, tetapi membawa damai dan berkat di akhirnya.
Inspirasi : Mother Theresa pernah berkata : “Honesty and transparency make you vulnerable. Be honest and transparent anyway.” (Kejujuran dan transparan membuatmu rentan, namun tetaplah jujur dan transparan.) Kejujuran membuatmu ringan dalam melangkah dan tidak takut menghadapi ancaman apapun, teruslah belajar jujur walau itu sulit.
LPMI/Wilfred Soplantila
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

