“KATA-KATA MENYENANGKAN, BENAR, DAN JUJUR”

Firman Tuhan: Pengkhotbah 12:9-14
“Pengkhotbah berusaha mendapat kata-kata yang menyenangkan dan menulis dengan jujur kata-kata kebenaran.” (Pengkhotbah 12:10)
Seorang dokter menemukan penyakit serius pada pasiennya. Ia memiliki dua pilihan: a). “Anda baik-baik saja. Tidak ada masalah.” Pasien senang, tapi itu kebohongan. b) Dokter menjelaskan penyakit tersebut dengan jujur, penuh empati, dan menawarkan pengobatan. Mungkin pasien sedih, tetapi ia justru tertolong. Kata-kata yang hanya menyenangkan belum tentu membangun. Tetapi kebenaran dalam kasih dapat memulihlan meski kadang menyakitkan. Media sosial, berita, politik, dunia usaha, bahkan hubungan pribadi sering dipenuhi oleh pencitraan, manipulasi, abu-abu, kata-kata indah bermaksud jahat. Ada orang bermulut manis penuh tipu daya disukai banyak orang. Sebaliknya, ada orang yang berkata jujur dan benar, justru ditolak, dijauhi, bahkan dimusuhi.
Kitab Pengkhotbah termasuk kitab Hikmat, dikaitkan dengan Salomo, raja yang terkenal karena hikmatnya. Kitab ini ditulis setelah pengamatan panjang terhadap kehidupan manusia “di bawah matahari.” Penulis melihat bahwa kekayaan, kehormatan, kesenangan, dan pencapaian duniawi sering kali tidak memberikan kepuasan sejati. Kesimpulan akhirnya terdapat dalam pasal 12, bahwa takut akan Allah dan berpegang pada perintah-Nya adalah tujuan hidup manusia yang sesungguhnya. Pengkhotbah memberikan teladan yang luar biasa: Ia mencari kata-kata yang menyenangkan, tetapi tetap menuliskan kebenaran dengan jujur. Mari kita renungkan:
Ayat 9-10 menjelaskan karakter seorang yang penuh hikmat. Ia tidak berbicara banyak, tetapi mengajar dengan pengetahuan, meneliti dengan cermat, menyusun banyak amsal, mencari kata-kata yang tepat. Ayat 11, menyatakan bahwa perkataan orang berhikmat seperti “goads” (tongkat penggiring ternak), kadang menusuk tetapi mengarahkan ke jalan yang benar. Ayat 12, memperingatkan bahwa tidak semua tulisan atau pengajaran membawa hikmat sejati. Ayat 13-14, kesimpulan agar takut akan Allah dan berpegang pada perintah- Nya. Membawa orang kepada kebenaran Allah. Pengkhotbah 12:10, kata-kata yang menyenangkan, menarik, berkenan. Yosher: lurus, jujur, tulus, benar. Divrei emeth: kata-kata kebenaran. “Pengkhotbah berusaha menemukan kata-kata yang berkenan, yaitu kata-kata kebenaran yang jujur dan lurus.” Kebenaran disampaikan dengan cara yang baik dan berkenan. Lihat Efesus 4:15 “Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih…” Kebenaran tanpa kasih itu melukai. Kasih tanpa kebenaran menyesatkan. Orang percaya harus memegang keduanya. Efesus 4:25 “Buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain.”
Kita harus waspada terhadap orang yang bertopeng kebaikan. Ada orang memuji berlebihan, menjilat, memanipulasi, menyebarkan berita dusta untuk menghancurkan. Setiap perkataan harus diuji kebenarannya. Orang percaya harus berkata benar dan jujur penuh kasih dalam hikmat-Nya. Kebenaran dalam Allah tidak bisa dikalahkan selamanya. Berkatalah yang menyenangkan, namun tetap jujur (benar, santun, membangun, tidak manipulatif).
Pengkhotbah 12:10, mengajarkan keseimbangan yang sangat indah. Jangan mengorbankan kebenaran untuk menyenangkan orang. Jangan pula memakai kebenaran sebagai alasan untuk melukai orang. Orang berhikmat mencari kata-kata yang berkenan, jujur dan benar. Tuhan menolong kita untuk berkata benar, santun, jujur, penuh kasih, dan menyenangkan dalam hikmat-Nya.
Inspirasi: Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk berkata-kata yang benar, jujur, dan menyenangkan dalam kuasa-Nya.
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

