JANGAN ANGKAT KAKI!

JANGAN ANGKAT KAKI!

Firman Tuhan  : Kisah Para Rasul 13:13-14 

“Lalu Paulus dan kawan-kawan meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem. Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk disitu.” (Kis. 13:13)

   Idiom “angkat kaki” (take a hike) adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang secara konotatif berarti pergi, meninggalkan suatu tempat, atau ke luar dari suatu lokasi. Ungkapan ini sering digunakan untuk situasi di mana seseorang diminta atau terpaksa pergi, baik karena konflik maupun diusir.” (google AI). Angkat kaki sering dipandang sebagai perilaku negatif, oleh orang yang dianggap tidak becus atau tidak bertanggung jawab dalam suatu tugas atau pekerjaan. Sudah jelas sikap itu merugikan, baik diri sendiri, maupun orang lain.

   Alkitab juga mencatat ada orang semacam itu, yang angkat kaki dari tugas pelayanan, seperti Yohanes Markus yang ‘pergi’ meninggalkan Paulus dan Barnabas, seusai pekerjaan misi di pulau Siprus (cf. Kis. 13:5, 13). Mengapa? Para penafsir melihat, mungkin karena ada kesulitan di Pamfilia. Ada rasa takut akan bahaya di perjalanan, atau karena tekanan berat lainnya. Bagi Paulus sikap Yohanes Markus itu tidak bisa dipercaya (walaupun pada suatu hari ia malah membutuhkan Markus lagi – 2 Tim.4:11), namun itulah sikap yang tentu mengecewakan tim pelayanan. Hal itu mungkin menunjukkan ketidakdewasaan rohani Markus, sehingga ia belum menyadari implikasi tindakannya. Jikalau akhirnya Paulus memanggilnya kembali, itu berarti karena sudah terjadi perubahan, kematangan rohani, pada Markus sendiri. 

   Dalam pekerjaan pelayanan atau misi masa kini, godaan untuk ‘angkat kaki’ juga banyak terjadi. Bahkan dalam dunia usaha (bisnis), atau pun dalam pekerjaan sekuler lainnya, orang yang tidak becus, sering menjadi masalah. Konsekwensinya, mereka harus menerima disiplin, menerima resiko pemutusan hubungan kerja atau pemberhentian. Namun apa yang terjadi pada pribadi Markus, satu hal yang luar biasa. Luar biasa, mengapa? Tuhan masih memberinya kesempatan, ketika dia sungguh mau berubah dan kembali bergabung dalam tim misi-Nya. Karena ada orang yang benar-benar ‘terhilang’ dan tak ada kesempatan lagi (cf. 1 Tim.1:20).

   Apakah di dalam pekerjaan atau pelayanan, ada ‘pencobaan’ atau ‘godaan’ yang membuat kita juga mau ‘angkat kaki’? “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Tim 2:4). Waspadalah! Mohon Roh Kudus ‘menyelamatkan’ kita dari pikiran intimidatif. Bersyukurlah, Tuhan masih mau memakai kita, bukan untuk sementara, tetapi selamanya. “Be loyalty in serving Him.” 

Inspirasi: Berjalan bersama melayani Tuhan, tak luput dari tekanan dan tantangan, namun itu tak membuat seseorang angkat kaki, malah kaki itu terus berjalan mencari jiwa.” 

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts