JALAN PANJANG PEMURIDAN

Firman Tuhan : Lukas 24: 36-49
Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. (Lukas 24:39-40)
Dalam hidup ini, tidak semua selalu sesuai dengan harapan dan target kita. Apalagi ketika berelasi dengan orang lain, setiap pribadi tentu berbeda, memiliki keunikan, dan proses hidup yang beragam. Saat Yesus sudah bangkit dari kematian dan beberapa kali menampakkan diri, nampaknya tidak semua murid-Nya percaya dengan kebangkitan-Nya.
Dalam kondisi itulah Yesus melakukan hal yang penting pada para murid-Nya.
Dalam bagian akhir Lukas ini kita mempelajari 3 hal yaitu 3 P:
Pikiran yang dibukakan (ay 45-46). Membuka pikiran (diēnoixen noun ) memiliki makna dalam. Diēnoixen berakar dari dianoigō (membuka lebar-lebar apa yang tadinya tertutup rapat atau terkunci), dan menarik obyek yang dibuka yaitu noun/ nous (intelek, cara berpikir, atau kesadaran moral). Jadi pemahaman spiritual yang benar adalah hasil iluminasi supranatural dari Yesus, bukan kecakapan akademis semata.
Pengutusan dan Pertumbuhan yang diamanatkan (ay 46-48). Kata kunci kērychthēnai (disampaikan/diberitakan) adalah kata kerja lampau-pasif-infinitif sebagai keharusan setelah kata dei (“harus” di ayat 46) yang berhubungan dengan tugas sebagai saksi (martyres) yang mengumumkan seperti seorang bentara/utusan raja. Karena bentuknya pasif, artinya tugas yang ditaruh oleh Allah, digerakkan kuasa-Nya. Bukan sekadar bercerita, namun bersaksi berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dan dialami sendiri secara hukum untuk memproklamasikan pengampunan dan pertobatan (metanoia).
Penolong yang dijanjikan (ay 49). Kata Kunci endysēsthe (diperlengkapi / mengenakan pakaian) yang mengindikasikan bahwa para murid harus membiarkan diri mereka dibungkus atau “memakai” kuasa itu seperti jubah pelindung. Kuasa yang dimaksud adalah dynamin / dunamis, kuasa yang memberdayakan, aktif, dan penuh mukjizat. Karena itu Yesus melarang para murid bergerak sebelum mereka “mengenakan jubah” Roh Kudus.
Jalan panjang pemuridan Yesus telah berlangsung ribuan tahun sampai kini. Karena itu sebelum kita melakukan misi besar, marilah kita melakukan spiritual Check Up. Perlu waktu teduh dan berserah pada Tuhan, mempersilahkan-Nya melakukan spiritual dianoigō pada pikiran kita agar bisa melihat dunia dari sudut pandang Allah. Maka kita akan mengalami dunamis-Nya yang mengubah dunia dan terus bergantung pada kuasa Roh Kudus.
Inspirasi: Keberhasilan hidup Kristen tidak ditentukan oleh seberapa sibuk kita bergerak dan memuridkan, namun seberapa intim kita melekat pada Kristus.
LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

