IA HADIR DALAM SEGALA “MUSIM”

IA HADIR DALAM SEGALA "MUSIM"

Firman Tuhan : Yesaya 60:1-22

“Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.” (Yesaya 60:20)

Manusia sering merasa aman ketika segala sesuatu berjalan baik (ekonomi stabil, kesehatan baik, pekerjaan lancar, keluarga harmonis, teman-teman cocok, dll). Namun ketika krisis datang, barulah menyadari betapa kita terbatas dan rapuh. Kita selalu membutuhkan kehadiran Allah.

Pasal 60 adalah bagian dari nubuat penghiburan bagi bangsa Israel setelah masa penderitaan dan pembuangan. Selama bertahun-tahun mereka mengalami kehancuran Yerusalem, kehilangan tanah air, kemiskinan, penjajahan, dan kehilangan harapan. Di tengah kondisi yang suram itu, Allah menyatakan bahwa masa depan umat-Nya tidak ditentukan oleh keadaan, tetapi oleh pemeliharaan-Nya. Hal di atas menggambarkan pemulihan di Sion. Bangsa-bangsa akan datang pada terang Tuhan dan umat-Nya akan mengalami damai sejahtera yang kekal. Mari kita renungkan bersama:

Tuhan memanggil umat-Nya bangkit (ay.1-3). “Bangkitlah, menjadi teranglah.”Bangsa Israel saat itu masih berada dalam bayang-bayang penderitaan. Tuhan mengajak mereka melihat masa depan yang telah dipersiapkan-Nya, pemeliharaan Allah itu indah.

Tuhan mengumpulkan dan memulihkan (ay.4-14). Anak-anak yang tercerai-berai akan kembali. Bangsa-bangsa akan datang membawa kekayaan dan penghormatan. Tidak ada keadaan yang terlalu buruk bagi Allah untuk dipulihkan.

Tuhan mengubah kekurangan menjadi kelimpahan (ay.15-18). Yang dulu ditinggalkan akan menjadi mulia, yang menderita akan mengalami damai sejahtera. Pemeliharaan Allah bukan saja mempertahankan hidup, namun pemulihan martabat dan harapan.

Tuhan menjadi terang yang kekal (ay.19-22). Inilah puncaknya, bukan lagi matahari atau bulan yang menjadi sumber terang. Allah sendiri menjadi terang yang tidak pernah padam. Di ayat 20, (Ibrani, Lo yavo od shimshekh, virekhekh lo ye’asef; ki Adonai yihyeh lakh le’or olam, veshalemu yeme evlekh – “Mataharimu tidak akan terbenam lagi dan bulanmu tidak akan berkurang, sebab TUHAN akan menjadi terang kekal bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.” Penyertaan Allah itu ajaib (bd: Wahyu 21:23, “Kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya).

Pemeliharaan Tuhan sempurna karena tidak bergantung pada kondisi dunia yang berubah-ubah. Sungguh bersyukur atas semua kebaikan dan kemurahan-Nya. Tak sanggup kita menghitung berkat-berkat-Nya yang sangat banyak. Kasih-Nya menerangi hati dan pikiran kita, memberi sukacita dan damai sejahtera.

LPMI/Rini Djatikoesoemo

share

Recommended Posts