HARI TERAKHIR

HARI TERAKHIR

Firman Tuhan : Ibrani 9:27–28                                                                                                                                     

“Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.” (Ibrani 9:27-28)

Pada tahun 1930-an, dunia mengenal lagu Gloomy Sunday, karya Rezso Seress, yang dikenal sangat kelam. Lagu ini lahir dari pergumulan hidup yang penuh kesedihan dan keputusasaan, menggambarkan hati manusia yang merasa hidupnya telah sampai di ujung. Banyak orang melihat hari terakhir sebagai sesuatu yang menakutkan dan gelap. Seolah-olah ketika itu tiba, segalanya berakhir tanpa harapan. Namun Alkitab memberikan perspektif yang berbeda. Hari terakhir bukan hanya tentang akhir hidup, tetapi tentang kepastian, pertanggungjawaban, dan juga pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan.

Firman Tuhan berkata, “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja.” Ini menegaskan bahwa hari terakhir adalah sesuatu yang pasti terjadi. Tidak ada seorang pun yang bisa menghindarinya. Setiap manusia, tanpa terkecuali, akan sampai pada titik itu. Karena itu, hidup tidak boleh dijalani dengan sembarangan, tidak menunda : bertobat, hidup benar dan menggunakan waktu dengan bijaksana. Ibrani 9:27–28 menegaskan bahwa manusia hanya hidup satu kali, lalu menghadapi penghakiman Allah, sehingga hidup ini penuh tanggung jawab kekal. Namun, Kristus juga mati satu kali sebagai korban sempurna untuk menanggung dosa manusia. 

Firman Tuhan melanjutkan, “dan sesudah itu dihakimi.” Ini berarti setelah hari terakhir, ada pertanggungjawaban di hadapan Tuhan. (Ibrani 9:27b). Hidup kita tidak berhenti begitu saja. Semua yang kita lakukan akan diperhitungkan, perkataan kita, tindakan kita dan motivasi hati kita.  Hari terakhir bukan hanya soal berakhir, tetapi juga soal diperiksa oleh Tuhan yang adil.

Bagian ini memberi kabar baik Kristus telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang (Ibrani 9:28). Inilah pengharapan kita. Bagi orang yang percaya kepada Kristus, hari terakhir bukan hari kehancuran, tetapi hari keselamatan. Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan, karena ada jaminan keselamatan di dalam Yesus. Justru kita menantikan perjumpaan dengan Tuhan dengan penuh sukacita.

Inspirasi: Hari terakhir bukanlah akhir melainkan awal dari kehidupan kekal bersama Tuhan.

LPMI/Yunus Siang

share

Recommended Posts