DIBERKATI ATAU DIBIARKAN

Firman Tuhan : 2 Samuel 7: 18-29
“Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini…. Karena berkat-
Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.” (2 Samuel 7: 29)
Pohon Kelengkeng tetangga kami dirawat sungguh-sungguh, tumbuh subur dengan hasil melimpah. Pemeliharaan yang optimal (dipupuk, disiram, dipangkas, dll) hasilnya memuaskan. Berbeda dengan tanaman yang dibiarkan tumbuh tanpa perawatan. Pohon itu kurus kurang pupuk, dahan tumbuh tidak beraturan, kurang air, ditumbuhi benalu sehingga hasil panen sangat sedikit.
Ada perbedaan yang sangat besar antara diberkati dan dibiarkan Tuhan. Kitab ini mencatat masa pemerintahan Raja Daud setelah menjadi raja di Israel. Konteks pasal 7, Daud sudah tinggal di istana tetapi Tabut Allah masih di kemah. Daud ingin membangun rumah bagi Tuhan, namun Tuhan justru membangun “rumah”(dinasti) bagi Daud. Tahtanya akan kokoh untuk selamanya (perjanjian Daud). Pasal 7: 18-27 adalah doa respon Daud: Ia tidak menuntut apa-apa, ia bersyukur dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Lalu janji tersebut digenapi dalam Yesus Kristus (Lukas 1: 32-33) bahwa …Yesus akan menerima tahta Daud. Yesus adalah penggenapan janji dalam 2 Samuel 7. Dalam nats ayat 29, ada 3 hal yang besar:
Berkat itu berasal dari Firman Tuhan. “Engkau telah mengatakannya.” Berkat sejati bukan hasil dari ambisi, tetapi janji Tuhan.
Berkat itu untuk kemuliaan Tuhan bukan demi nama Daud, tetapi demi nama Tuhan.
Berkat itu kekal bukan sekedar materi, tetapi warisan rohani.
Ketika kita diberkati Tuhan, tentu ada kekuatan, penghiburan, teguran, diproses Tuhan untuk dipakai-Nya. Contoh di Alkitab, awalnya Saul dipilih Tuhan namun karena ia keras hari maka dibiarkan (1 Samuel 16: 14). Daud dipilih Tuhan, pernah jatuh dalam dosa, tetapi ia mengakui saat ditegur maka ia dipulihkan. Teguran Tuhan pada Daud merupakan bagian pemeliharaan dan berkat-Nya.
Ketika doa belum atau tidak dikabulkan, harapan kita seakan sia-sia. Mungkin kita melihat ada orang yang jarang berdoa dan bekerja seenaknya tetapi punya relasi dengan orang penting jadi semua lancar dan sukses besar. Kita harus mengandalkan Tuhan dan hati-hati, jangan sampai kita hidup tanpa teguran dan dalam pembiaran Tuhan. Setiap pergumulan, kesulitan adalah bagian dari pembentukan Tuhan. Mari kita meyakini janji-Nya, rendah hati dan bersandar padaNya. Allah memiliki rencana yang jauh lebih baik. Berkat terbesar bukan harta, jabatan, popularitas tetapi kedamaian dan keberhasilan sesuai rancangan-Nya.
Inspirasi: Mari memohon pimpinan dan arahan-Nya agar kita hidup dalam berkat-Nya, tidak dalam pembiaran Tuhan.
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

