CUKUP SATU MATAHARI

Firman Tuhan : Mazmur 36: 10
“Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.”
Di suatu sore, ketika saya mengendarai motor pulang ke rumah, saya disuguhkan dengan sunset yang indah. Bersinar terang selama 5 menit, bulat seperti bola pingpong, membuat langit di sekitarnya menjadi jingga. Pada menit keenam matahari mulai terlihat setengah saja, dan saya melihat di kanan kiri jalan mulai dinyalakan lampu penerang menandakan malam segera datang.
Pikir saya, satu matahari saja cukup untuk menerangi seluruh dunia. Namun ketika ia mulai terbenam, dibutuhkan ribuan lampu buatan manusia untuk menerangi jalan, rumah, dan menopang aktivitas malam. Itu pun masih menyisakan bagian-bagian bumi yang gelap.
Demikian pula dengan Tuhan. Kehadiran-Nya menerangi segala sesuatu dalam hidup kita, pikiran kita, dan hati kita. Namun ketika manusia hidup tanpa Tuhan, begitu banyak usaha dilakukan untuk menopang hidupnya. Meski demikian, semua itu tetap tidak sempurna. Akan selalu ada bagian yang tidak terjangkau, ruang-ruang yang tetap gelap, dan kebutuhan terdalam yang tidak pernah benarbenar terpuaskan.
Sebab hanya Dia yang sanggup menerangi seluruh keberadaan kita. Di dalam Dia kita hidup dan bergerak. Dialah sumber kekuatan rohani kita, penghiburan bagi jiwa, dan sukacita terbesar bagi orang percaya untuk menikmati Allah tanpa dibebani rasa khawatir.
Di dalam-Nya ada terang yang sempurna. Hikmat, pengetahuan, damai, dan sukacita, semuanya ada pada-Nya.
Jadi mengapa kita sering mencoba menggantikan Allah dengan hal-hal kecil yang kita buat sendiri? Hal-hal yang kita harapkan bisa menopang hidup, padahal tidak pernah dirancang untuk menjadi pusat hidup kita.
Tidak ada yang bisa menggantikan Dia. Terlalu banyak yang kita cari, ternyata hanya bisa ditemukan di dalam Tuhan.
Inspirasi: Mengganti Tuhan dengan hal lain itu seperti mengganti nasi dengan kerupuk. Dunia menawarkan banyak pelengkap yang menarik. Namun pelengkap tidak pernah diciptakan untuk menjadi makanan utama. Hanya Tuhan yang sanggup mengenyangkan jiwa kita.
(LPMI/Herwidya Estherline)
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

