BERANI BERSAKSI

Firman Tuhan: Kisah Para Rasul 4:23-31
Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Kisah 4:31
Peranan saksi dalam pengadilan sangat dibutuhkan untuk mengetahui tuduhannya benar atau palsu. Seorang saksi harus berani mengatakan apa adanya. Itu sama dengan orang yang menceritakan kasih Kristus kepada dunia, dia merupakan saksi yang berani. Gerakan penginjilan terjadi karena adanya pribadi-pribadi atau kelompok orang percaya yang dipenuhi oleh Roh Kudus secara aktif terus-menerus berdoa dan berksasi.
Firman Tuhan hari ini, menceritakan teladan dari jemaat gereja abab mula-mula ketika mereka menghadapi ancaman dan penindasan dari pemimpin-pemimpin Yahudi, tua-tua dan ahli-ahli Taurat (Kis.4:5) dan juga Herodes dan Pontius Pilatus berserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus (ay 27). Yang menariknya adalah mereka tidak memilih untuk memprotes atau menggerakan masa untuk melawan para penindas mereka, sebaliknya mereka memilih untuk menyerahkan semua ancaman ini kepada Tuhan dengan sehati berdoa bersama (ay 24-31). Mereka tidak berdoa agar mereka terlepas dari kesulitan ini tetapi yang mereka doakan adalah agar Tuhan memberikan keberanian kepada mereka untuk memberitakan firman Tuhan (ay 29). Juga mereka berdoa agar Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk menyembuhkan orang dan Tuhan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus. Mereka dipenuhi oleh Roh Kudus, lalu memberitakan firman Allah dengan berani (ay 31).
Teladan jemaat gereja mula-mula ini menolong kita melihat bahwa doa yang sungguh-sungguh dan mengijinkan kuasa Roh Kudus menguasai hidup kita, itulah yang memberikan keberanian kepada kita dalam bersaksi. Sejak ditempatkan melayani di kota Balikpapan, saya selalu mengambil waktu untuk berdoa untuk kota ini, baik secara pribadi maupun secara tim.
Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan seorang cleaning service. Pada pertemuan itu, saya mengambil inisiatif untuk memulai percakapan. Dalam percakapan ini dia sangat senang dan kemudian saya melanjutkan ke percakapan tentang Yesus. Pada akhirnya ia bersedia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Beberapa minggu kemudian saya bertemu juga dengan seorang cleaning service yang lain, sebagaimana biasanya saya yang memulai percakapan dalam percakapan itu ia sangat senang, saya menceritakan tentang Yesus kepadanya, meskipun belum sampai kepada doa menerima Kristus. Pengalaman-pengalaman dalam menceritakan Yesus selalu membawa hati saya pada suatu ucapan syukur yang melimpah.
Tuhan memanggil kita untuk memberitakan Injil, dimanapun kita berada, mulai dari lingkup pengaruh dimana kita menghabiskan banyak waktu dalam beraktifitas, seperti keluarga, tetangga, tempat kita kuliah/sekolah atau tempat kerja kita. Percayalah bahwa Tuhan sudah mempersiapkan pribadi-pribadi untuk mendengarkan Injil. Roh Kudus memberikan kuasa, kepekaan dan keberanian untuk melakukan ini. Dan Langkah terbaik untuk memulainya adalah dengan terus-menerus menyerahkannya kepada Tuhan di dalam doa. Daftarkan nama-nama yang Tuhan taruh dalam hati kita dan kita mulai mendoakan mereka. Setelah itu ambilah langkah iman untuk menceritakan Kristus kepada mereka.
Inspirasi: Penginjilan selalu di mulai dengan doa yang sungguh-sunguh dengan mengijinkan Roh Kudus memimpin hidup kita. Saksi yang berani berbicara tentang Kristus adalah saksi yang diberi otoritas oleh Roh Kudus.
(LPMI/Jerry Tamburian)
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

