BE CONTENT

Firman Tuhan : Filipi 3:1-16
“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” (Fil. 3:7)
Be content? Mungkin konsep berpikir atau sikap ini akan sulit diterima oleh dunia pada umumnya. Mengapa? Karena sikap ini belajar meresponi secara positif hal-hal yang sebetulnya tidak menyenangkan. Sebagai contoh, mana mungkin seseorang bisa meninggakan hal-hal yang dahulu menjadi idola, lalu rela memasuki zona kehidupan yang sulit dan riskan, yang dapat mengancam keselamatannya? Dunia memang pasti bertanya seperti itu. Namun Paulus sanggup menjawabnya dengan penuh keyakinan.
Kalau masih dalam posisi sebagai seorang pemimpin Yudaisme, sangat tidak mungkin ia mengucapkan kata-kata itu – “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus” – Fil. 3:7). Dia punya identitas (otoritas) agamawi yang kuat. Dia punya kebebasan memuaskan keinginannya, dengan cara menganiaya umat Tuhan, tanpa hambatan, malah itu dianggapnya ibadah. Dia juga punya pengetahuan dan keahlian dalam teologi (cf. Gal. 1:13-14). Ini semua merupakan idola atau kekayaan yang luar biasa baginya. Namun setelah berjumpa dengan Tuhan Yesus Kristus, dia menemukan dan merasakan ternyata ada harta yang lebih mahal, yang jauh lebih berharga dari semua idolanya selama ini. Dunia bisa tertawa sinis melihat sikapnya yang contentious, artinya yang dianggap kontroversial, yang memang mengundang reaksi keras orang yang tidak mengerti. Ini sangat terbukti dengan banyaknya bantahan atau perdebatan dari berbagai kalangan; termasuk para filsuf, agamawan Yahudi, bahkan pemimpin kekaisaran Romawi), terhadap sikap Paulus yang benarbenar berubah haluan itu. Seperti konsep “belajar mengucap syukur dalam segala hal” (Fil. 4:11; 1 Tes. 5:18), “senang dalam kesukaran dan penderitaan” (2 Kor. 12:10), “terlebih bahagia memberi daripada menerima” (Kis.20:35). Konsep itu tidak ada dalam kamus hidupnya dahulu. Dia tidak pernah memprediksi, kalau suatu saat dia menjadi seorang hamba Tuhan dan pemimpin Kristen. Lalu dia pun melihat bahwa hidupnya itu milik Tuhan, Tuhan punya rencana indah dalam hidupnya yang sisa, maka tak tanggung-tanggung ia berkata “bagiku hidup adalah Kristus” dan itu berarti hidup untuk memberi buah. Pada akhirnya dia pun berani bersaksi bahwa “ia boleh mencapai garis akhir dan memelihara iman” (2 Tim 4:7), dengan penuh keyakinan, tanpa ragu. Bagaimana dengan sikap kita hari ini? Kata John Maxwell, “Attitute can change, just like circumstances.” (The Maxwell Leadership Bible, 1453). “Be Content.”
Inspirasi: Seorang Kristen sejati, selalu siap dan sigap menerima segala tantangan dan pergumulan hidup dengan sikap hati yang positif, karena dia mampu melihat makna (berkat tersamar) yang ada di baliknya.
LPMI/Boy Borang
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

