MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS

Firman Tuhan : Galatia 6: 1–5
“Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. .” (Galatia 6:1)
Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat-jemaat di Galatia yang sedang mengalami krisis kebenaran akibat pengaruh pengajar-pengajar palsu. Di tengah perpecahan dan kecenderungan untuk saling menghakimi, Paulus memberikan arahan praktis tentang bagaimana komunitas percaya seharusnya bersikap terhadap anggota yang jatuh ke dalam dosa. Kata “memimpin… ke jalan yang benar” menggunakan istilah Yunani katartizo, yang bermakna memperbaiki, memulihkan, atau menyambungkan kembali tulang yang patah agar dapat berfungsi secara utuh. Paulus menegaskan bahwa pemulihan tersebut harus dikerjakan “dalam roh kelembutan”, bukan dengan kesombongan rohani, penghakiman, atau gosip yang merusak.
Sikap ini berakar pada kesadaran akan kasih Yesus yang telah memulihkan hidup kita yang rapuh. Dalam konteks pelayanan, pemuridan, dan penginjilan, panggilan ini menuntut kita untuk aktif menopang beban saudara seiman, bukan membiarkan mereka terpuruk sendirian. Saling menanggung beban (baros) adalah bentuk nyata dari penggenapan hukum Kristus, yaitu hukum kasih yang melayani. Pada saat yang sama, Paulus mengingatkan agar setiap pribadi tetap waspada dan mawas diri, sebab tidak ada seorang pun yang kebal terhadap godaan. Ketika komunitas gereja hadir dengan kerendahan hati untuk merawat yang terluka dan memulihkan yang jatuh, pintu bagi penyebaran Injil terbuka semakin lebar dan nama Tuhan dimuliakan.
Jangkaulah seorang saudara seiman yang sedang bergumul atau terpuruk minggu ini untuk memberikan penguatan serta dukungan doa secara pribadi. Hadirlah dengan hati yang penuh kelembutan tanpa menghakimi agar proses pemulihan dapat berjalan dalam kasih Kristus.
Inspirasi: Tangan yang terulur dengan kelembutan Kristus sanggup memulihkan jiwa yang patah untuk hidup demi kemuliaan Allah.
(LPMI/Tegoeh H. Santoso)
Recommended Posts

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

ALLAH MEMIMPIN LANGKAH KITA
September 14, 2026

