JANGAN CEPAT MENILAI

Firman Tuhan: Matius 9:9-13
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: ‘Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'” (Matius 9 :11)
Bagaimana kita dapat menilai orang lain yang paling berdosa, sedangkan kita sendiri berdosa?
Namun inilah realita, terkadang kita memberikan label “Dosa” dengan standar kita. Misalnya jika kejahatan orang ini terlihat secara jelas, merugikan orang lain, melakukan kekerasan dan lain lain. Setelah mencap seseorang “berdosa” maka kita menentukan sikap. Biasanya yang terjadi adalah kita menjauhkan diri dari dia. Kita memasang pembatas dalam bentuk melindungi diri sendiri agar tidak ada interaksi atau hubungan dengan orang yang “berdosa” tadi, kita berusaha agar tidak terkontaminasi dengan hidupnya.
Jika dilihat secara keseluruhan mungkin kita bertanya apakah salah jika saya menjauh? Saya hanya tidak ingin terluka atau terjerumus dalam dosanya juga.
Sekarang mari kita melihat cara dan sikap Yesus dalam memandang orang yang berdosa. saat semua orang Farisi mencap Pemungut Cukai adalah orang yang berdosa, Yesus mendekati Matius dan berkata “Ikutlah Aku” dan Matius pun mengikuti Dia (9). Yesus tidak menjauh justru Dia mengajak Matius untuk mengikut Dia. Tidak hanya itu Dia juga makan di rumahnya. Bayangkan orang yang merasa dimusuhi, dijauhi, tidak pernah diajak bicara oleh orang sebangsa atau selingkungannya tiba-tiba ada orang yang mengajak berkomunikasi lalu makan di rumahnya, bagaimana perasaannya? Saya yakin orang ini merasa senang dengan kedatangan Yesus. Yesus mengisi kekosongan hatinya dengan mendekat dan menerima Matius sebagai rekan atau sahabat.
Dalam Zaman Yesus makan bersama bukan hanya sekedar menghilangkan rasa lapar, melainkan simbol persekutuan yang erat, penerimaan dan kesetaraan. Dalam hal ini Yesus tidak membuat permusuhan namun menjalin persahabatan dengannya. Dan yang lebih mengejutkan adalah satu panggilan atau ajakkan Yesus terhadap matius si Pemungut Cukai, berpengaruh pada pemungut cukai yang lain sehingga rekan-rekannya pun turut serta dalam meja makan (10). Mereka bersukacita dalam undangan yang Tuhan sediakan bagi mereka untuk mengikut Dia.
Yesus memang mengetahui bahwa manusia sudah jatuh dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, namun Dia tidak menghukum atau menghakimi kita. Dia justru menunjukkan belas kasihan, sehingga orang yang tadinya berdosa dapat melihat pengharapan dalam Kasih Tuhan dan bertobat.
Inspirasi: Jika hati kita dipenuhi oleh belas kasih dari Tuhan Yesus, maka kita tidak akan cepat menilai atau mencap seseorang berdosa karena kita semua adalah sama orang berdosa sebaliknya kita akan dapat menjangkau mereka yang terhilang.
LPMI/Juniwati Nubatonis
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

