MEMELUK SESAMA SEPERTI KRISTUS

MEMELUK SESAMA SEPERTI KRISTUS

Firman Tuhan: Roma 15:5–7

“Sebab itu terimalah satu sama lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Roma 15:7)

Rasul Paulus menulis bagian ini di tengah realitas jemaat Roma yang majemuk dan rentan terhadap perpecahan antara kelompok yang “kuat” dan “lemah” dalam keyakinan. Di tengah perbedaan latar belakang budaya dan kedewasaan rohani, Paulus tidak meminta    mereka    untuk    saling    berdebat, melainkan    saling    menerima.    Kata “terimalah”   (Yunani:   proslambano)   memiliki   arti   yang sangat   mendalam,   yaitu menyambut seseorang ke dalam lingkaran persahabatan yang dekat, merangkul dengan tangan terbuka, dan memperlakukannya sebagai bagian dari keluarga sendiri. Ini bukan sekadar toleransi pasif yang dingin, melainkan tindakan aktif yang penuh kasih.

Dasar dari penerimaan ini bukanlah kecocokan sifat atau kesamaan pendapat, melainkan teladan mutlak Kristus yang telah terlebih dahulu menerima kita dalam segala kegagalan dan dosa kita. Ketika kita bersedia merendahkan hati untuk merangkul sesama pelayan Tuhan dan jemaat yang memiliki pandangan berbeda dengan kita, kita sedang mencerminkan karakter Allah sendiri. Tujuan akhir dari kesatuan hati ini sangat jelas, yaitu  agar  dengan  satu  suara  dan  satu  hati,  jemaat  dapat  memuliakan  Allah  dan bergerak  bersama  dalam  visi dan misi pelayanan.  

Penerimaan  yang  tulus di dalam komunitas orang percaya menjadi kesaksian hidup yang paling kuat bagi dunia, memayungi  gerakan  penginjilan  dan  pemuridan  agar  tidak  terhambat  oleh  konflik internal, melainkan dikuatkan oleh topangan doa dan pemenuhan kebutuhan yang dilakukan bersama-sama demi kemuliaan nama-Nya.

Inspirasi:  Mulailah  hari  ini  dengan  sengaja  menyapa  dan  mendoakan  rekan pelayanan atau jemaat yang selama ini sulit Saudara terima karena perbedaan karakter atau sudut pandang. Bukalah hati untuk mendengarkan mereka dengan empati tanpa menghakimi, sebagai wujud nyata bahwa Saudara telah menerima kasih Kristus yang tanpa syarat.

LPMI/Tegoeh H. Santoso

share

Recommended Posts