PROSES BERIMAN

PROSES BERIMAN

Firman Tuhan : 2 Raja-raja 4: 1-7

Jawab Elisa kepadanya: “Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: “Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. ” (2 Raja-raja 4: 2)

Menurut OJK terdapat sekitar 26 juta orang Indonesia tercatat pengguna Pinjol dengan akumulasi hutang per 26 April 2026 sebesar Rp 102,07 triliun, didominasi kaum muda dan milenial. Hutang bukan semata soal ekonomi/ kesenjangan antara pengeluaran dan pendapatan, namun juga persoalan psikologis dan sosial kemasyarakatan.

Janda nabi dalam bacaan kita secara faktual kehilangan suami dan sumber nafkah, miskin, terjerat hutang, terancam kehilangan anak dan status sosial yang hancur (ay 1). Dia berseru (Ibr: tsa’aqah bukan sekadar berbicara, bukan mengeluh, tetapi berseru minta pertolongan karena keadaan yang sangat mendesak). Teks ini bukan semata-mata sebagai mukjizat pelipatgandaan minyak, tetapi merupakan narasi pastoral yang menunjukkan bagaimana Allah memulihkan kehidupan melalui proses yang melibatkan iman, tanggung jawab, dan tindakan. Kita belajar prinsip 3 R dalam pelayanan Elisa:

Restorative Clarification-Klarifikasi yang Memulihkan (ay.2a). Elisa tidak menghakimi, ia mendengar dan bertanya. Ia bertanya tidak memarahi, mencela, dll). Pertanyaan Elisa mengandung:penerimaan terhadap pergumulan, penghargaan terhadap kejujuran, ruang bagi perempuan itu untuk menyatakan kondisinya. “Beritahukan” haggîdî lī artinya katakan sejelasnya, bukan apa yang hilang semata namun apa yang masih ada.

Renewal of mindset-Pembenahan pola pikir, mengubah derita menjadi pembelajaran iman (ay 2b-6). Ibu janda menangkap statemen Elisa dengan konsep iman dan tindakan:

Menemukan potensi (sebotol kecil minyak, anak dan tetangga sebagai tim)

Menemukan kepercayaan diri dan kerendahan hati lewat 5 perintah (pergilah, mintalah, jangan sedikit, masuklah, dan tuanglah)

Membangun sinergi (bersama anak-tetangga-konsumen)
Menemukan peluang (ada stok minyak dan usaha baru)
Reconfiguration of quality of life-Penataan ulang kualitas hidup (ay 7)
Manajemen yang lebih baik. “Bayarlah” (Shalam, akar yang sama dengan shalom,

artinya melunasi,memulihkan, menggenapi. Hutang harus dibereskan, kesalahan bukan diratapi namun dikoreksi, hidup harus terus maju. Tahu posisi saat ini, tujuan yang mulia kedepan dan bagaimana mencapainya bersama kedua putrinya. Ada langkah baru untuk modal bisnis dan manajemen yang lebih baik. Yang lebih baik pasti akan disediakan.

Makin mengandalkan Tuhan. Ini tidak eksplisit namun secara implisit sangat nyata karena semua yang dikatakan nabi adalah dari Tuhan. Demonstrasi kuasa Allah lewat curahan ajaib minyak itu pasti dimengerti sebagai karya TUHAN. “Hiduplah” (Ibr: chayah- bukan sekedar hidup, arti luasnya “mempertahankan kehidupan, hidup dengan makmur, hidup selamanya, dihidupkan, dipulihkan ke kehidupan atau kesehatan”).

Pemulihan Allah itu bersifat menyeluruh hutang dibereskan, martabat dipulihkan, keluarga diselamatkan, masa depan dibangun dalam kepercayaan/ iman, ketaatan, dan kerja keras. Hidup ini tidak selalu baik-baik saja bahkan dinamika selalu ada. Namun kasih, kuasa, dan kebaikan Tuhan tidak pernah berubah. Hidup ini adalah kesempatan untuk mempercayai kuasa Allah dan mentaati-Nya.

LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd.

share

Recommended Posts