MENERIMA KUASA MENJADI SAKSI

MENERIMA KUASA MENJADI SAKSI

Firman Tuhan : Kisah Para Rasul 1:1-11

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8, TB)

Latar belakang teks ini berada pada masa transisi yang krusial bagi para murid, tepat sebelum Yesus terangkat ke surga. Di tengah situasi politik yang menjajah dan kebingungan teologis mengenai pemulihan kerajaan Israel, para murid cenderung berfokus pada agenda duniawi yang sempit. Namun, Yesus mengalihkan fokus mereka dari spekulasi waktu masa depan kepada sebuah misi global yang mendesak: penginjilan dan pemuridan yang bergerak keluar mengatasi batas-batas kenyamanan mereka.

Secara teologis, Yesus menjanjikan “kuasa” (Yunani: dunamis, yang menjadi akar kata dynamite atau kekuatan supernatural yang meledakkan hambatan). Kuasa ini bukanlah untuk kepentingan atau kemegahan pribadi, melainkan diberikan secara eksklusif agar mereka mampu mengemban tugas sebagai “saksi” (Yunani: martus, yang juga berarti martir, seseorang yang siap menderita demi kebenaran yang dilihatnya). Pola geografis yang Yesus sebutkan—Yerusalem, Yudea, Samaria, hingga ujung bumi—bukan sekadar peta wilayah, melainkan sebuah strategi pelayanan yang progresif. Itu dimulai dari lingkungan terdekat yang akrab, meluas ke budaya yang mirip, menembus tembok prasangka sosial-keagamaan (Samaria), hingga menjangkau mereka yang belum pernah mendengar Injil sama sekali. Tanpa Roh Kudus, pelayanan gereja hanyalah aktivitas organisasi kemanusiaan biasa; namun dengan tuntunan dan kuasa-Nya, setiap dukungan doa, pemenuhan kebutuhan pelayanan, dan pergerakan misi akan menghasilkan buah keselamatan yang masif dan berdampak kekal.

LPMI/Tegoeh H. Santoso

share

Recommended Posts