UANG

UANG

Firman Tuhan : Yohanes 12:3-6

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:10).

Ia membayar semua barang yang ia perlukan. Sebelumnya ia telah mengecek apakah ia benar-benar memerlukan semua yang sudah ia taruh di keranjang belanjaannya. Setelah meletakkan beberapa barang ke tempat semula, ia bergegas menuju kasir dan membayar sesuai dengan anggaran yang sudah ia alokasikan sebelumnya. Dengan begitu ia bisa tetap memberi bantuan, menabung dan rutin memberikan perpuluhan.

Setiap orang memerlukan uang. Tetapi sikap terhadap uang akan memberikan perbedaan bagaimana seseorang menjalani hidup. Dengan uang kita melakukan hal -hal yang baik termasuk menolong sesama. Tetapi juga sebaliknya. Sebagaimana dituliskan bahwa cinta uang adalah akar kejahatan.

Yudas menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap uang. Sesaat setelah melihat minyak Narwastu yang harganya sangat mahal dituang di kaki Yesus, ia mengatakan hal itu adalah sebuah pemborosan. Yudas mengatakan bahwa adalah lebih baik jika uang tersebut diberikan kepada orang miskin. Tujuan yang sangat mulia. Tetapi semua itu dikatakan karena ia mencintai uang dan sering mencuri dari kas yang ia pegang.

Cinta akan uang kemudian membawa Yudas melakukan kejahatan yang sangat ia sesali. Ia menjual Sang Guru dengan 30 keping perak. Saat melihat Yesus ditangkap dan disalibkan, ia membuang uang yang sebelumnya ia genggam erat. Dan mengakhiri hidupnya yang tidak kuasa menanggung rasa bersalah dan penyesalan (Matius 26:15; 27:3-5).

LPMI/Lamroida Silalahi

share

Recommended Posts