Siapkah Untuk Dikejutkan?

Siapkah Untuk Dikejutkan?

Firman Tuhan : Lukas 1:12 & 29 

1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut… 1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Dalam kehidupan tentu kita pernah merasakan keterkejutan. Respon ketika terkejut pun beragam. Ada yang terkejut lalu marah, ada yang terkejut lalu sedih bahkan ada yang terkejut lalu tertawa. Respon tertawa ketika terkejut dapat kita temukan dalam komedi. Dalam istilah komedi, sesuatu yang mengejutkan (dan menimbulkan tawa) itu disebut dengan punchline. Respon sedih ketika terkejut dapat kita lihat dalam kedukaan yang datang tiba-tiba. Pertanyaannya, apa yang membuat seseorang terkejut? Jika melihat dari dua peristiwa keterkejutan dalam komedi/kedukaan, kita bisa melihat seseorang terkejut karena kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan/diekspektasikan. Misalnya seorang yang masih muda, menjaga pola makan dan hidup sehat akan membuat kita berekspektasi ‘orang ini akan panjang umur’ tetapi kemudian kenyataannya dia malah meninggal di usia muda karena suatu penyakit tertentu. Ada kenyataan yang tidak sesuai dengan ekspektasi, itu yang membuat seseorang terkejut. Dalam rangkaian kisah di bacaan kita, kita akan menemukan bahwa Maria dan Elisabeth pun merasakan keterkejutan. 

Maria terkejut ketika malaikat mengatakan bahwa Maria akan mengandung. Pernyataan malaikat mengejutkan bagi Maria karena Maria belum bersuami sehingga ‘ekspektasi’nya adalah Maria tidak akan mengandung. Namun kenyataannya Maria justru mengandung. Begitu pula dengan Elisabeth, ia adalah perempuan yang sudah lanjut usia (Luk. 1: 18) sehingga ‘ekspektasi’nya ia tidak akan mengandung. Baik Maria dan Elisabet mengalami kenyataan yang tidak sesuai dengan ‘ekspektasi’ dan mengalami mereka pun mengalami keterkejutan. Meskipun mereka sama-sama terkejut, pada akhirnya mereka memilih untuk taat & mensyukuri apa yang terjadi (Luk. 1:46-55 & Luk. 1:68-79). Respon demikianlah yang perlu kita teladani. 

Dalam hidup, ada kalanya kita mengalami beragam situasi berat bahkan terasa menyiksa. Dalam situasi yang demikian, kita punya pengharapan bahwa Tuhan akan menolong dengan cara-cara yang kita harapkan. Ada banyak ekspektasi kita tentang bagaimana Tuhan akan menolong. Namun, kita perlu ingat bahwa Tuhan adalah sosok yang tidak terbatas. Ia bisa menggunakan segala cara untuk menolong kita, sehingga terkadang pertolonganNya datang dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan mengagetkan kita. Ketika hal itu terjadi, kita diajak untuk memiliki sikap seperti Maria dan keluarga Zakharia (Elisabet) yang tetap taat & mengucap syukur meskipun terkejut dengan kenyataan yang terjadi. Tuhan memberkati.

GKJS/Yokhanan Krisda Karunia

share

Recommended Posts