TIDAK APA -APA KAMI KEHILANGAN DESA DARI PADA KAMI KEHILANGAN TUHAN YESUS

TIDAK APA -APA KAMI KEHILANGAN DESA DARI PADA KAMI KEHILANGAN TUHAN YESUS

Firman Tuhan  : Wahyu 2:1-5

“Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus:Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama -Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat”

Judul renungan ini diambil dari kisah nyata sepasang suami istri yang di babtis pada tanggal 11 Desember 2024.  sebut saja pasangan HeGlo. Empat bulan sesudah dibabtis tepat nya 27 Aparil 2025, mereka sudah membawa 3 orang tetangga mereka untuk di Babtis, 31 Juni 2025 dengan kasih mula-mula yang begitu membara, mereka bahwa lagi 2 jiwa baru untuk dibabtis. Namun dampak dari perubahan hidup mereka  itu membuat ada juga orang yang tidak senang,  karena itu pada tanggal 6 Juli,  mereka di panggil oleh pengurus desa dan di usir dari desa mereka jam 12 malam itu jaga, karena dianggap sudah kafir. Tanggal 6 Juli Jam 12 malam itu juga mereka harus kehilangan desa mereka. mereka berdoa dan katakan “tidak apa-apa kami kehilangan desa, asal kami tidak kehilangan Tuhan Yesus” pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka sangat dekat dengan Tuhan. Kasih mula-mula sangat terasa.

Pada waktu mereka tinggalkan desa mereka, tidak ada wajah penyesalan dan kecewa, mereka tetap sukacita….Ada juga peristiwa yang membuat mereka semakin kuat, ketua pengurus desa yang menjadi propokator untuk mengusir mereka itu, mendadak meninggal dunia dua minggu kemudian. dan situasi itu membuat teman-teman mereka bertanya-tanya, Itulah kesempatan untuk mereka bersaksi tentang Kristus kepada teman-teman mereka.  Puji Tuhan, tgl 27 September 2025 mereka bawa lagi 2 orang untuk di babtis termasuk anak mereka yang tua, dan terakhir tgl 13 Pebruari 2026 mereka bawa lagi 3 orang utk di Babtis… puji Tuhan, sekarang keluarga ini sudah punya 2 kelompok pemuridan dengan anggota 10 orang. 

Kisah nyata pasangan Heglo ini,  mengingatkan kita tentang menjaga kasih mula-mula itu begitu penting… aktivitas pelayanan dan pekerjaan kita,  tidak boleh membuat kita kehilangan kasih mula-mula, karena sama saja dengan kita telah jatuh begitu dalam. Jemaat di Efesus di tegur dengan keras oleh TUHAN, bahwa mereka telah jatuh begitu dalam. Walau mereka adalah orang yang rajin melayani dan pengajaran mereka begitu kuat. mereka sabar dan menderita karena nama Tuhan. Namun Tuhan mencela mereka. karena mereka kehilangan kasih mula-mula. 

Ada juga orang percaya yang pada waktu terima Tuhan Yesus sebagai Juruslamat pribadi, begitu semangat menginjil, semangat berdoa, semangat melayani, punya kesaksian yang sangat membangun… tetapi seiring berjalan nya waktu semuanya lenyap begitu saja,  ada aktivitas pelayanan, tapi kasih tersa dingin, yang lebih parah lagi mereka menjadi orang yang punya _kritikal spirit. Pasangan Heglo ini adalah pedagang kecil dengan empat anak yang harus mereka hidupi, tapi kasih mula-mula mereka tetap terjaga dengan baik… mereka tetap melakukan pekerjaan sebagaimana biasanya, namun komunikasi dengan Tuhan dalam doa dan firman serta kesaksian mereka begitu hidup. 

Inspirasi: Jagalah kasih mula-mula kita dengan setia karena itulah yang berkenan kepada Allah.

LPMI/William Wairata

share

Recommended Posts