KALAU ADA PENGUASAAN DIRI …

KALAU ADA PENGUASAAN DIRI ...

Firman Tuhan : Keluaran 20:1-21 

“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” (Keluaran 20:17)

Keinginan (duniawi), yang dianggap indah dan menyenangkan, ternyata telah banyak menyengsarakan dan menyiksa kehidupan. Ada banyak keinginan yang baik dan mulia. Namun banyak orang terjebak pada keinginan daging, yang menjadi cikal bakal terjadinya persoalan serius dari zaman ke zaman. Sering kita diingatkan untuk menilai yang mana keinginan dan yang mana kebutuhan. Di dunia ini terlalu banyak urusan hukum dan sosial, yang sebenarnya tidak perlu terjadi, kalau saja orang menguasai dirinya. Naluri manusia berdosa, selalu complain terhadap apa yang dikatakan “jangan!”. Sikap ini telah berawal di taman Eden.

Jikalau Allah menegaskan, agar umat Israel exodus dari jerat keinginan dosa yang mencelakakan, itu karena kasih-Nya yang besar kepada mereka. Mereka perlu meninggalkan “ke-mesirannya” yang serba permisif dan membinasakan, untuk masuk pada “kerajaan” Allah yang kudus dan menyelamatkan. Allah menurunkan hukum-Nya melalui Musa untuk menuntun kehidupan mereka, termasuk kehidupan sosial di antara manusia. Baik dalam hubungan dengan harta milik/kekayaan, rumah tangga, dan lain-lain. Karena potensi untuk mengingini kepunyaan sesama sudah menjadi sifat manusia berdosa. “Hukum ini menjangkau jauh lebih daripada dosa berupa kata atau perbuatan untuk mengutuk motivasi atau keinginan jahat. Ketamakan meliputi keinginan atau nafsu untuk memperoleh hal yang salah atau yang menjadi milik orang lain. Paulus menyatakan bahwa perintah ini menunjukkan betapa dalamnya keberdosaan manusia (Roma 7:7-13).” (Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan). 

John Stott mengambil contoh misalnya soal jurang kaya miskin; “Kontras yang kejam antara  kekayaan yang bermewah-mewah dan kemiskinan yang tak masuk akal, dapat disaksikan di seluruh kontinen kita ini.” Kalau saja ada penguasaan diri, maka manusia akan saling menolong satu sama lain, dan keluar dari zona egoisme. Bagaimana dengan penguasaan diri kita sebagai orang Kristen hari ini? 

Inspirasi: Exodus tidak berarti Israel merasa sudah selesai. Masih ada pembentukan. Exodus bagi kita juga berarti rela dibentuk untuk hidup berkenan, seumur hidup kita.

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts