JAUHI SEGALA JENIS KEJAHATAN!!

Firman Tuhan : 1 Tesalonika 5: 12-22
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5: 18)
Seorang penjaga mercusuar di tepi pantai, diberi minyak secukupnya untuk menjaga lampu mercusuar agar tetap menyala sepanjang malam, sehingga kapal-kapal tidak menabrak karang. Namun setiap hari ada orang datang meminta sedikit minyak: tetangga untuk lampu rumah, pedagang untuk penerangan, dll. Karena merasa iba, penjaga itu membagikan minyak tersebut sedikit demi sedikit. Akhirnya malam itu lampu mercusuar padam. Akibatnya beberapa kapal menabrak karang dan hancur. Penjaga itu menangis dan berkata: “Aku hanya memberi sedikit…” tetapi mempengaruhi tugas utamanya menjaga lampu agar tetap menyala.
Topik di atas sangat relevan bagi kehidupan orang percaya zaman sekarang. Bagian ini merupakan nasihat penutup Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar tetap hidup kudus sambil menantikan kedatangan Tuhan. Jemaat ini tergolong jemaat muda yang sedang menghadapi tekanan, penganiayaan, dan pergumulan iman. Paulus menasihati mereka supaya: tetap teguh dalam iman, hidup dalam kasih, menjaga kekudusan, dan berjaga-jaga menantikan kedatangan Kristus. Perikop itu berisi petunjuk praktis tentang kehidupan jemaat yang sehat: yaitu menghormati pemimpin rohani, hidup damai, saling menolong, tetap bersukacita, tekun berdoa, mengucap syukur, tidak memadamkan Roh, dan menjauhi segala bentuk kejahatan.
Saat ini kejahatan sering dibungkus dengan kesenangan, keuntungan, popularitas, bahkan pembenaran. Tuhan mengajarkan agar menjauhi segala bentuk kejahatan sekecil apa pun. Paulus mengingatkan bahwa hidup kudus dimulai dari hati yang terus bersyukur, menjaga api Roh Kudus, menghormati otoritas, hidup damai, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Konteks 1 Tesalonika 5:12-22 menekankan:
Hormati orang yang bekerja keras dalam Tuhan (ayat 12-13). Paulus meminta jemaat menghargai para pemimpin rohani yang melayani dengan sungguh-sungguh. Bukan menghormati karena jabatan semata, tetapi karena pengorbanannya, tanggung jawabnya, dan pekerjaannya bagi kemuliaan Allah. Mereka sering menasihati, mendoakan, menjaga, bahkan menangis bagi jemaat. Menghormati mereka berarti menghargai pekerjaan Tuhan.
Berdamai dengan semua orang (ayat 13-15). Paulus mengingatkan agar menegur yang tidak tertib, hibur yang tawar hati, topang yang lemah, sabar terhadap semua orang, “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan.” Dunia sudah rusak, “Kalau disakiti, balas!” Tetapi Tuhan mengajar: “Serahkan pembalasan kepada-Ku.” Ada waktu Tuhan bekerja dengan adil. Tidak perlu menyimpan kebencian, dendam, berkata-kata melukai hati. Orang percaya dipanggil menjadi pembawa damai bukan menang-menangan dan egois.
Tetap bersukacita, berdoa, dan bersyukur (ayat 16-18). Ada tiga perintah penting: a). Bersukacita senantiasa, b). Tetap berdoa, c). Mengucap syukur dalam segala hal. Bersyukur bukan berarti semua keadaan baik-baik saja, tetapi tetap percaya bahwa (Gusti mboten sare, Tuhan tidak tidur). Tuhan bekerja bahkan ketika keadaan belum berubah. Ayat 18 dalam Bahasa Inggris NIV, “Give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.” Paulus tidak berkata: “bersyukurlah untuk semua hal,” tetapi: “dalam semua keadaan.” Artinya: saat sehat maupun sakit, berhasil atau gagal, dipuji atau dilukai, kita tetap percaya Tuhan hadir.
Jangan memadamkan Roh (ayat 19). Api Roh Kudus harus tetap menyala. Jangan sampai dosa, kepahitan, kompromi, cinta dunia, atau kehilangan ucapan syukur memadamkan semangat rohani kita. Orang yang terus bersyukur biasanya tetap kuat secara rohani. Jaga api Roh Suci agar terus membara dengan berdoa, membaca firman Tuhan, bersekutu, melayani, taat pada-Nya.
Jauhi segala jenis kejahatan (ayat 22). “Hindari segala jenis kejahatan.” Semua perkataan jahat, pikiran jahat, iri hati, kebencian, tipu daya, korupsi, fitnah, manipulasi, dan segala bentuk dosa lainnya.
Jika kita terus memberi ruang bagi dosa, kompromi kecil, kepahitan kecil, maka api Roh bisa padam perlahan-lahan. Mari tetap bersyukur, jaga hati, pelihara api Roh Kudus, dan jauhi segala bentuk kejahatan dalam pimpinan Tuhan.
Inspirasi: Bersukacita, tekun berdoa, bersyukur dalam segala keadaan, menjaga api Roh Kudus, dan menjauhi segala jenis kejahatan. Gusti mboten sare ( Tuhan tidak tidur), Ia setia menolong dan memberkati
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

MEMULIHKAN KESALAHAN DENGAN KASIH YESUS
September 17, 2026

KESETIAAN DALAM PELAYANAN
September 16, 2026

MENGAMPUNI TANPA BATAS
September 15, 2026

