BE CONSISTENT

BE CONSISTENT

Firman Tuhan : Filipi 1:4-11 

“Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.” Filipi 1:5

   Salah satu masalah dalam kehidupan Kristen adalah soal konsistensi, baik itu menyangkut disiplin rohani maupun pelayanan. Banyak orang bisa berubah di kala memulai sesuatu, yang tadinya dikira baik-baik atau aman-aman saja, ternyata tidak juga. Akhirnya berhenti di tengah jalan, dan parahnya, merasa tidak perlu diteruskan. Tidak heran kalau nasihat atau peringatan untuk bersikap konsisten (be consistent) itu sering kita dengar.

   Belajar pada konsistensi jemaat Filipi, bagaimana komitmen atau keterikatan mereka pada gerakan misi yang tidak bergeser, dari awal sampai Paulus menyurati mereka. Paulus begitu salut, mengapresiasi, mensyukuri kebersamaan mereka, setiap kali dia berdoa. Di sini terlihat kapasitas kepemimpinan Paulus, yang menyatakan pujian pada orang yang dipimpinnya. Dapat saja dia bersyukur pada Tuhan tanpa harus menuliskannya, bukan? Pendekatan leadership ini tentu sangat berarti bagi jemaat Filipi. Mereka pasti merasa terdorong, merasa bangga boleh berada dalam barisan misi, dan hasrat untuk rela berkorban pun bersemi di hatinya. Di dalam dunia pemerintahan saja, tatkala seorang gubernur menghargai keterlibatan rakyatnya, mereka merasa begitu bangga, yang bisa melahirkan inisiator-inisiator, yang bergerak tanpa tunggu komando. Perhatikan mengapa Paulus mendelegasikan tugas pelayanan pada Titus di pulau Kreta, itu karena pertimbangan konsistensi (Tit.1:5). Paulus menghindari cara kerja seperti seorang memadamkan kebakaran hutan secara acak (random). Ia sangat mengutamakan keteraturan dan keberlanjutan yang solid. Tentu saja Titus mengerti bahwa dia harus bertanggung jawab meneruskan pelayanan di sana. Prinsip ini juga digambarkan Yesus, ketika mengangkat ilustrasi orang yang membangun menara, yang bisa memulai tetapi tidak dapat menyelesaikan, alias mangkrak (Luk. 14:28-30). Tentu akan sangat kedengaran lucu, kalau ada pelayanan yang dianggap mangkrak. 

   Dalam pelayanan pemuridan, semua tahu bahwa, itu bukan sekedar mentransfer pengetahuan dan ketrampilan, tetapi juga membentuk karakter yang konsisten, dalam pelayanan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan multiplikasi yang sifatnya berkelanjutan (consistent), memerlukan komitmen yang konstan (permanent).

   Seperti apa kondisi gerakan pemuridan kita hari-hari ini? Di tengah hiruk pikuk pelayanan masa kini, kita ‘terlihat’ sibuk, namun waspadalah dengan gejalagejala yang berpotensi bisa menggeser gerakan ke arah inkonsistensi. Ingat, Roh Kudus tak pernah berubah untuk terus bekerja di dalam dan melalui kita. Prinsip “move with the movers” akan tetap terjadi, apabila kita membiarkan Roh Kudus bergerak bersama kita. Be consistent!

Inspirasi: Tuhan tidak hanya memanggil gereja-Nya untuk memulai sesuatu, tetapi juga meneruskan dan menyelesaikannya, pada waktu yang dikehendaki-Nya.

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts