MANTAN TERINDAH

MANTAN TERINDAH

Firman Tuhan  : Roma 6:1-14                                                                                                                                                            

“Demikianlah hendaknya kamu memandangnya bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya” (Roma 6:11-12)

Ketika saya melayani di Lapas Kelas 1 Makassar, dalam sebuah kelompok kecil seorang bapak bercerita bahwa ia sudah tiga kali masuk penjara karena kasus yang sama, yaitu penyalahgunaan obat terlarang. Ia berkata bahwa setiap kali berada di dalam penjara, ia sungguh-sungguh bertobat, berjanji kepada diri sendiri dan Tuhan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun saat bebas, tekanan hidup datang,  sulit mendapat pekerjaan, kebutuhan ekonomi mendesak, lalu ia kembali bertemu teman-teman lamanya. Mereka menawarkan uang dengan mudah, bahkan menjanjikan lebih. Di situlah  mantan terindah itu muncul kembali, seolah-olah memberikan jalan keluar. Akhirnya, ia jatuh lagi dan kembali ke penjara, membuktikan bahwa kenangan lama yang terlihat indah bisa menyeret seseorang kembali kepada kehancuran.

Mantan terindah, sesuatu dari masa lalu yang sulit dilupakan karena terasa begitu menyenangkan. Dalam kehidupan rohani, hal ini bisa berbicara tentang kehidupan lama kita dalam dosa. Anehnya, ketika kita sudah berubah dan berkomitmen hidup benar di hadapan Tuhan, kenangan masa lalu itu justru terasa indah. Saat bertemu teman lama atau mengingat kebersamaan dulu, hati kita bisa tergoda, seolah-olah kehidupan itu tidak seburuk yang sebenarnya.

Karena itu  surat Roma 6:1–14, Rasul Paulus menegaskan bahwa kasih karunia bukan alasan untuk terus hidup dalam dosa. Ia menjelaskan bahwa orang percaya telah mati terhadap dosa melalui kematian Kristus dan dibangkitkan untuk hidup baru. Karena itu, dosa tidak lagi berkuasa atas hidup orang percaya. Paulus mendorong pembaca untuk tidak menyerahkan diri kepada dosa, tetapi kepada Allah sebagai alat kebenaran. Artinya, sebagai orang yang sudah diselamatkan, kita memiliki pilihan untuk menolak tarikan masa lalu. Masa lalu itu hanyalah mantan, bukan tempat kita kembali. Identitas baru kita di dalam Kristus harus lebih kuat daripada kenangan lama yang mencoba menarik kita.

Karena itu, jangan biarkan mantan terindah membawa kita kembali kepada dosa. Berdirilah teguh dalam komitmen kita kepada Tuhan dan ingatlah apa yang sudah Ia kerjakan dalam hidup kita. Setiap kali kenangan itu datang, pilihlah untuk tetap setia. Sebab kehidupan bersama Tuhan jauh lebih indah dan penuh makna daripada kenangan masa lalu yang hanya sementara. Tetaplah berjalan maju, karena di dalam Kristus, kita telah menjadi ciptaan yang baru.

Inspirasi: Masa lalu itu hanyalah mantan, bukan tempat kita kembali.

LPMI/Yunus Siang

share

Recommended Posts