KEBAJIKAN DALAM HIDUP

KEBAJIKAN DALAM HIDUP

Firman Tuhan  :      Galatia 6 : 9

 “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9)

Kebajikan sering kali terlihat sederhana misalnya : menolong orang lain, berkata jujur, mengampuni, atau memberi dengan tulus. Namun justru dalam hal-hal kecil itulah karakter Kristus dinyatakan melalui hidup kita. Dunia mungkin tidak selalu menghargai kebajikan, bahkan kadang dibalas dengan ketidakadilan. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa setiap kebaikan tidak pernah sia-sia.

Suatu hari saya melihat seorang teman yang harus maju mempresentasikan hasil kerjanya bersama tim. Tampang keren, namun sayang sepatunya sudah hampir lepas dari sol-nya. Rindu menolong, pulang dari kantor saya membeli sepasang sepatu dan keesokan harinya membawa sepatu itu untuknya. Saya sudah lupa kapan itu terjadi, apa merek sepatunya, apa warnanya, namun raut wajah sukacita dari teman ini yang tidak pernah saya lupakan.

Kebajikan bukan sekadar tindakan, melainkan gaya hidup yang lahir dari hati yang telah diubahkan oleh kasih Tuhan. Ketika kita terus memilih berbuat baik, meskipun sulit, kita sedang menabur benih yang suatu saat akan menghasilkan buah yang indah baik dalam hidup kita maupun orang lain. Mungkin hari ini kita merasa lelah berbuat baik. Tapi ingat, Tuhan melihat dan menghargai setiap benih kebajikan yang kita tabur.

Inspirasi : Hari ini, mari kita melakukan satu tindakan kebaikan dengan sengaja, entah itu lewat kata, sikap, atau perbuatan. Lakukan bukan untuk dilihat orang, tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan. 

LPMI/Wilfred Soplantila

share

Recommended Posts