HARUS BERMENTAL BAJA!

HARUS BERMENTAL BAJA!

Firman Tuhan : Kis. 21:37-40 

“Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya;” (Kis. 21:40)

   Idiom “mental baja” (mental toughness) merujuk pada karakter seseorang yang memiliki kemauan keras, keteguhan hati, dan sifat tahan banting sehingga tidak mudah menyerah, atau goyah dalam menghadapi tekanan, tantangan, maupun masalah. Ini mencerminkan mental pemenang yang tetap tenang, focus, dan cepat bangkit dari keterpurukan.” (google AI). Kontrasnya, orang sering menyebut ‘mental kerupuk’ terhadap orang yang mudah menyerah atau tidak bisa bertahan. Memang banyak juga orang yang berkepribadian rapuh, mudah patah semangat, tidak tahan kritik, dan lainlain, tatkala ada masalah. 

   Paulus berbeda. Tatkala dia ditangkap, dituduh macam-macam, dipukul, dirantai, mau dibunuh, sementara suasana begitu kacau, dia tetap tenang (ay. 27-36). Ia tentu saja berdoa dalam hatinya, dan malah mau minta waktu untuk berbicara, untuk menjelaskan latar belakang pertobatannya (lih.pasal 22, 23). Sikapnya ini tentu mengherankan. Bukankah seharusnya dia gelisah, tertekan, penuh ketakutan? Tetapi itu tidak kelihatan. Sembari ia berbicara pun ia ditampar, tetapi malah dia berani kritik balik (23:3), dan dalam suasana yang tidak kondusif itu, Tuhan datang menguatkannya dan mendorongnya untuk terus berbicara dan bersaksi (ay.11). Di berbagai peristiwa lainnya, Paulus juga tetap berpenampilan tenang. Di dalam penjara Filipi dia tetap bernyanyi dan berdoa, di dalam bahaya ketika kapal kandas, di dalam pengadilan sekali pun, jiwanya tetap tegar dan berbicara dengan penuh keyakinan yang teguh. Padahal bila membandingkan dengan temperamen dasarnya, sebagai seorang yang ganas dan bengis sebelum bertobat, betapa ia belajar untuk mengendalikan emosinya. Dalam 2 Korintus 6:1-10, terlihat dengan jelas seperti apa kekuatan mentalnya. Selain Paulus, tokoh-tokoh yang dipandang bermental baja dalam PL, dapat juga disebut seperti Yusuf, Musa, Yosua, Daud, Nehemia, Ester, Ayub, Daniel, dan masih banyak lagi. Tuhan Yesus mengajar murid-murid-Nya agar bersikap tenang di kala badai menerpa (Mark. 4:39-40). Banyak contoh dalam peristiwa sejarah, sementara orang lain dilanda kegelisahan dan kepanikan, ada saja orang yang bersikap tenang, sehingga menguatkan yang lain. Masih ingat ketika kapal Titanic tenggelam, tim pelayanan musiknya dengan tenang masih menyanyikan lagu, “Nearer my God to Thee.” Itu luar biasa! Dunia tentu bertanya, “Bagaimana mungkin?” 

   Apakah kita sekarang, juga sedang menghadapi masa-masa sukar? Lalu kapan itu semua akan berlalu? Sebenarnya bukan soal badai, tapi bagaimana menghadapi badai itu. Tuhan selalu hanya bertanya pada kita, “Mengapa kamu tidak percaya?” “Be still in faith.”

Inspirasi: Setiap murid Kristus harus senantiasa sadar bahwa, selama ‘berlayar’ dengan Tuhan,  badai dapat datang sewaktu-waktu, entah kapan dan di mana saja.”

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts