TERPIKAT

Firman Tuhan : Lukas 19: 45-48
“… sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.” (Lukas 19: 48)
Ketika anak-anak sedang bermain di pinggir sungai, tiba-tiba hujan deras dan tanggul jebol, mereka berlari mencari tempat yang aman. Ada seorang anak tertinggal, terpeleset… ia mencari sesuatu yang bisa menahan tubuhnya dan satu satunya saat itu hanya akar pohon yang kuat untuk bergantung agar tidak hanyut oleh air yang datang makin besar. Begitulah kita hanya berharap pada Sang Khalik yang sanggup menolong saat badai kehidupan menerjang.
Ketika Tuhan Yesus baru saja masuk Yerusalem ( Lukas 19: 28-44). Ia menyucikan bait Allah (ayat 45-46). Tindakan tersebut mengguncang otoritas agama para imam kepala dan ahli Taurat ingin membunuh-Nya. Namun mereka terlambat sebab rakyat sudah terpikat. Sangat menegangkan, pemimpin agama takut kehilangan kuasa dari rakyat yang haus kebenaran. Yesus mengajar dengan otoritas ilahi. Nah……rakyat yang terpikat menjadi penghalang politik dan religiusitas bagi rencana jahat para pemimpin.
Makna kata “terpikat” dalam KBBI adalah tertarik dengan kuat, terpesona, batinnya melekat karena sangat kagum. Terpikat bukan sekadar “suka”, namun seperti ada magnet yang menahan seseorang untuk tetap dekat. Bahasa Yunaninya exekremato yaitu menggantung dan melekat erat hang upon bergantung sepenuhnya. Dari nats itu jelas bahwa rakyat bukan hanya terpikat secara emosional, tetapi hati mereka bergantung penuh, telinga fokus terarah, perhatianya tidak terpecah. Mereka sungguh haus dan lapar akan kebenaran. Dalam bahasa Ibrani, terpikat itu bukan pasif, mereka mendengar dengan hati terikat dan siap merespons. Mengapa rakyat terpikat? (ayat 48) Sebab Yesus berbicara untuk membebaskan, menyelaraskan perkataan, dan tindakan. Sedangkan para pemimpin agama takut kehilangan posisi, Bait Allah dijadikan pasar. Rakyat mendengarkan Yesus bukan sekadar menikmati khotbah, namun menggantungkan harapan hidup pada Firman-Nya.
Saat ini gejolak politik, ekonomi, sosial, pertahanan dan keamanan, dll sulit diprediksi. Di dunia kerja terjadi sikut-sikutan, saling tikam demi keberhasilan yang kotor. Daya pikat dunia bermunculan di mana-mana, juga di antara para hamba Tuhan ada yang tebar pesona palsu. Harapan satu-satunya hanyalah Allah yang berdaulat penuh, Ia setia menopang dan menolong.
Inspirasi: Janganlah terpesona dengan daya tarik dunia, mari terus bergantung dan melekat pada Allah yang setia menolong dalam segala hal.
LPMI/Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

TOP SECRET
April 20, 2026

FIRMAN TUHAN TIDAK AKAN GAGAL
April 19, 2026

TANDA KELIMA
April 18, 2026

