“TANGAN KANAN ” TERPUJI

Firman Tuhan : 2 Raja-raja 5: 15-19a
Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu.” (2 Raja-raja 5: 18)
Seorang putra kepala desa bekerja pada Belanda, bersekolah dan menjadi “koster” Saat dilantik menggantikan ayahnya sekaligus menjadi pegawai kerajaan, secara sosial ia belum siap menjadi Kristen. Tapi dia berjanji saat menjabat semua anaknya belajar di sekolah Kristen kota. Dari 10 anaknya, 3 resmi menjadi Kristen, seorang bertobat menjelang wafat, dan seorang anak yang hilang puluhan tahun ternyata mendirikan sebuah gereja. Pak Lurah telah menulis Primbon berdasar Kitab Suci dan dahulu banyak orang percaya baru muncul.
Naaman adalah panglima perang dan tangan kanan raja yang DMK tapi belum bisa beribadah ke Bait Allah di Yerusalem karena situasi yang tidak memungkinkan. Kita melihat dia adalah orang yang dipakai Tuhan. Saat bertemu Tuhan secara pribadi, dia tetap setia pada raja dan bangsanya namun hatinya hanya pada YAHWEH Allah penyembuh dari Israel. Jika menjadi proselit di Israel, dia tidak memiliki kapasitas apapun untuk menyaksikan kehebatan Allah Israel. Saat dia kembali dengan kesembuhan sempurna, Nama Allah Isarel diagungkan dan dipuji di Aram. Selaku panglima perang handal tentu memiliki kalkulasi perang dan politik yang matang. Dampak kesembuhannya akan lebih dahsyat di tanah Aram daripada menetap menjadi warga proselit Israel yang dia tahu negara dan pemerintahannya kacau balau. Penghargaan tinggi serta tulus akan diberikan pada budak kecil dari Israel di rumahnya, dan kesaksian besar akan menggoncangkan istana Aram.
Dalam pelayanan kita, orientasi pada target harus bijaksana, menghargai proses dan manusianya (purpose oriented vs process/people oriented). Jika orientasi kita terlebih dulu adalah angka, maka pencapaian itu subyektif, namun jika kita mengutamakan proses dan manusianya maka hasilnya lebih obyektif, riil dan kita akan semakin memuji Allah untuk pekerjaan-Nya yang luar biasa. Tuhan sanggup melipatgandakan hasilnya.
Inspirasi: Gunakan setiap kesempatan menjadi tangan-Nya untuk kemuliaan Tuhan.
LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd
Recommended Posts

TOP SECRET
April 20, 2026

FIRMAN TUHAN TIDAK AKAN GAGAL
April 19, 2026

TANDA KELIMA
April 18, 2026

