LADANG TELAH MENGUNING

Ayat bacaan: Yohanes 4: 31-38
“Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.” (Yohanes 4: 36)
Almarhum ibu mertua berdagang beras. Biasanya, setelah transaksi dengan pemilik lahan, ibu membawa tim penuai untuk memanen dan mengolahnya hingga jadi beras siap jual. Para pekerja hanya bertugas memanen dan mengolah hasil panen tanpa memikirkan atau melakukan proses penanaman maupun perawatan. Hal terbesar di Yohanes 4 adalah bahwa Allah memakai seseorang yang baru percaya kepada Kristus sebagai bagian dari penuaian besar. Perempuan Samaria anonim itu bukan rasul atau tokoh agama. Tetapi kesaksiannya menjadi pintu efektif bagi masyarakat. Yesus menuntun epistemologinya dari hal-hal umum tentang air, lalu ke nilai-nilai dan hakikat kehidupan. Yesus mengajarkan bahwa pekerjaan Allah sedang berlangsung melampaui batas manusia. Para murid harus bersaksi dengan rendah hati sebagai penuai. Yesus menekankan 3 hal:
Allah sudah bekerja sebelum kita memulainya. Para murid tidak mengawali dari nol, tetapi melanjutkan jerih payah orang lain.
Ladang Allah lebih luas daripada batas pandangan kita. Saat itu, Samaria bukan kelompok yang “layak untuk dilayaniˮ. “Lihatlah ladangˮ artinya Yesus mengoreksi cara pandang para murid. Mereka melihat Yahudi vs. Samaria, tetapi Yesus melihat manusia yang mencari keselamatan.
Tidak semua orang dipanggil untuk melakukan bagian yang sama. Ada penabur, ada penuai. Ada yang membuka jalan, menyampaikan firman, dan bersaksi. Tetapi semuanya dalam satu pekerjaan Allah. Ada yang menanam, menyiram, namun Allah yang memberikan pertumbuhan.
Mari belajar “melihatˮ seperti Yesus. Ladang sangat luas dan siap dipanen, tetapi kekurangan penuai yang tajam. Apa pun peran kita, sangat berharga di mata Tuhan (berdoa, membangun komunikasi, bersaksi, dll.). Jika kita menuai, janganlah lupa bahwa ada orang yang sebelumnya telah menabur dan merawat dengan setia.
Inspirasi: Pekerjaan penting seorang pelayan bukan selalu tentang bekerja lebih keras dan lebih cerdas, melainkan tentang belajar melihat apa yang sedang Allah kerjakan.
(LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo)
Recommended Posts

BAGI DIALAH KEMULIAAN
Oktober 31, 2026

BERSUKACITALAH DALAM PENUAIAN
Oktober 30, 2026

KESETIAAN SAMPAI AKHIR
Oktober 29, 2026

