DIPERMALUKAN???

Firman Tuhan : Mazmur 25: 1-5
“.. semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu,…” (Mazmur 25: 3)
Di depan jendela kami ada pot bunga kecil, ketika kami pergi beberapa hari, tidak sempat memindahkan ke tempat yang cukup sinar matahari. Ketika awan gelap ia merunduk, namun tetap berjuang dengan sedikit cahaya tetap berfotosintesis, setia menanti dan percaya bahwa matahari pasti bersinar lagi karena kebaikan-Nya. Demikian juga kisah perjuangan Nelson Mandela, ia percaya dan setia menantikan pertolongan-Nya. Ketika dipenjara 27 tahun tanpa alasan yang adil, ia tetap sabar, berintegritas, dan berpengharapan pada-Nya, tidak putus asa, dan tidak dendam. Akhirnya ia dibebaskan, dihormati, dan berhasil memimpin bangsanya. Ia tidak dipermalukan.
Mazmur 25 ditulis oleh Daud, Ia seorang pemimpin yang sedang menghadapi tekanan, ancaman dan rasa bersalah (ada doa permohonan, pengakuan dosa, kepercayaan dan pengharapan pada Tuhan). Pemazmur mengandalkan Tuhan di tengah bahaya, Ia mengampuni dan setia menolong. Mari kita renungkan;
“Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku berharap…” (ayat 1-2). Daud berserah total, ia berharap pada Tuhan agar tidak dipermalukan oleh musuh dan keadaan.
Daud memohon petunjuk dan didikan-Nya, hanya Tuhan yang sanggup menolong dan menyelamatkan hidupnya. (ayat 4-5). Pada ayat 3: “Semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;… “ Menantikan (Ibr: “qavah”) yaitu berharap dengan sabar, menunggu dan berpegang teguh. Percaya terus- menerus pada Tuhan, pasti tidak dipermalukan, tidak dikecewakan, tidak dipatahkan harapannya. Tuhan menjamin bahwa mereka yang menunggu dengan setia kepada- Nya tidak akan mendapat malu. Lih, 1 Petrus 2:6, Roma 10:11, “… Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
Menanti jawaban Tuhan di zaman yang penuh ketidakpastian, banyak tantangan, semua serba cepat itu tidak mudah. Mungkin kita sedang menghadapi orang yang curang, suka memfitnah, menikung dari belakang, iri dengki, dll, percayalah bahwa Tuhan pasti menolong, asal kita tetap setia menantikan Tuhan. Bersama Kristus kita mendapatkan pertolongan terbaik, tidak dikecewakan, diberikan damai sejahtera dan tidak dipermalukan.
Inspirasi: Berharap dan menantikan Tuhan itu tidak sia-sia, Ia tidak akan mempermalukan kita. Semua sudah disediakan dan pertolongan-Nya sungguh sempurna.
LPMI/ Rini Djatikoesoemo
Recommended Posts

AMPUNILAH
Maret 31, 2026

SEHARUSNYA ANDA MALU
Maret 30, 2026

“JANGAN SOMBONG”
Maret 29, 2026

