HIDUP OLEH IMAN

HIDUP OLEH IMAN

Ayat bacaan: Ibrani 11:1–6

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.ˮ (Ibrani 11: 1)

Ketika belum pernah ke luar negeri, orang bisa bingung atau salah jalan. Namun, ada petunjuk dari orang yang dipercaya. Kita melangkah sesuai arahan hingga sampai di tujuan. Inilah gambaran iman, kita belum tahu semuanya, namun harus percaya bahwa Tuhan pasti menolong.

Ibrani 11: orang-orang percaya dalam menghadapi tekanan. Para tokoh hebat mempercayai Allah dan bertindak berdasarkan iman.

Iman melihat apa yang belum terlihat. “Dasarˮ kepastian, realitas yang menopang. “Buktiˮ adalah keyakinan berdasarkan sesuatu yang dapat dipercaya. Iman bukan karena sudah melihat, melainkan karena mempercayai janji Allah meski belum mengetahuinya.ˮ (ay 1)

Iman memiliki kesaksian. ˮHabel, Henokh, Nuh, Abraham, Musa, dll. dalam situasi berbeda, tetapi mempunyai kesamaan. Mereka mempercayai Allah sepenuhnya. (ay 2).
Iman percaya kepada Allah Pencipta. Iman tidak membuang logika, realistis, dan memiliki tujuan dalam kendali Allah. Allah menjadi sumber segala sesuatu (ay. 3). Habel mempersembahkan korban yang berkenan kepada Allah, Henokh berkenan pada Allah dan “diangkatˮ. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah…ˮ

a. Percaya bahwa Allah ada dan Maha Hadir. b. Percaya bahwa Allah memberi upah kepada mereka yang mencari-Nya (ay. 4-6).
Hubungan antara ayat 1 dan ayat 6: ayat 1 menyatakan iman percaya meskipun belum terlihat. Ayat 6, Iman mencari Allah yang belum terlihat secara fisik. Iman tidak berfokus pada “seberapa besar keyakinan kitaˮ, tetapi pada seberapa besar kita mempercayai Allah sebagai objek iman. Kita melangkah karena percaya kepada Tuhan, bukan karena sudah mengetahui hasilnya. Iman mengubah ketakutan menjadi keberanian. Iman selalu menghasilkan tindakan. Terus percaya, berdoa, dan melangkah di bawah pimpinan-Nya. Masa depan terindah sudah disiapkan.

Inspirasi: Iman adalah dasar keberanian untuk melangkah dan meyakini penyertaan-Nya.

Penulis: Rini Djatikoesoemo

share

Recommended Posts