MENABUR KEBAIKAN BERSAMA ALLAH

MENABUR KEBAIKAN BERSAMA ALLAH

Ayat bacaan: Galatia 6:9–10

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menyerah.” (Galatia 6:9, TB2)

Pernahkah Saudara merasa lelah berbuat baik? Perbuatan baik Saudara bahkan sering disalahpahami. Tentu hal itu kadang membuat kita lelah dan ingin berhenti.

Rasul Paulus menulis surat Galatia untuk meneguhkan jemaat yang rentan terpecah dan kelelahan secara rohani akibat penyesatan serta tekanan sosial. Dalam konteks pasal ini, Paulus menggunakan metafora pertanian tentang menabur dan menuai untuk menjelaskan dinamika kehidupan pelayanan. Kata “jemu-jemu” diterjemahkan dari frasa Yunani egkakōmen, yang berarti menjadi berkecil hati, lelah secara mental, atau kehilangan keberanian untuk melanjutkan perjuangan. Paulus memahami betul bahwa pelayanan penginjilan, pemuridan, serta penuangan sumber daya bagi kebutuhan sesama bukanlah proses instan; ada jeda waktu yang panjang antara masa menabur yang penuh ketidakpastian dan masa menuai hasil.

Frasa “jika kita tidak menjadi lemah” (mē eklyomenoi) merujuk pada kondisi prajurit atau atlet yang kehilangan daya tahan hingga terkulai dan pingsan. Kekecewaan atas kurangnya apresiasi, konflik internal dalam jemaat, atau keterbatasan finansial sering kali menjadi pemicu utama kejenuhan rohani. Namun, janji Allah sifatnya pasti: penuaian memiliki jadwal-Nya sendiri yang berdaulat (kairo idio). Kesempatan (kairos) yang diberikan Allah dalam ayat 10 adalah momentum singkat yang harus dimanfaatkan dengan sigap untuk membagikan kasih Kristus. Panggilan untuk berbuat baik ini dimulai dari jangkauan terdekat, yaitu memperkuat persekutuan kawan-kawan seiman di sekitar kita, sebelum meluas untuk melayani dunia. Kebajikan Kristen bukanlah sekadar aksi sosial, melainkan tindakan iman yang bersumber dari kesetiaan Allah yang tidak pernah lelah mengasihi kita.

Mulailah mendoakan serta memberikan dukungan konkret berupa waktu atau dana bagi saudara seiman yang sedang mengalami pergumulan minggu ini, tanpa mengharapkan balasan apa pun. Tetapkan komitmen untuk tidak menyerah dalam pelayanan pemuridan meskipun hasil pertumbuhan rohaninya belum terlihat saat ini.

Inspirasi: Kesetiaan menabur kebaikan tidak pernah sia-sia, sebab Dia memegang kendali atas setiap musim hidup kita.

Penulis: Tegoeh Santoso

share

Recommended Posts